Kuliah Umum Presiden Joko Widodo: Institut Seni Agar Menjadi Pelopor Kreativitas Anak Bangsa

Kuliah Umum Presiden Joko Widodo: Institut Seni Agar Menjadi Pelopor Kreativitas Anak Bangsa

Kiriman : I Gede Mugi Raharja (Dosen Prodi Desain Interior ISI Denpasar)

Abstrak

Presiden Joko Widodo telah berkenan memberikan kuliah umum di Kampus ISI Denpasar tentang Pemajuan Kesenian Nusantara Dalam Rangka Kebhinekaan dan Persatuan Indonesia, bertempat di Gedung Citta Kelangen, pada Sabtu, 23 Juni 2018. Ini merupakan sejarah penting bagi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, karena Presiden Joko Widodo adalah Presiden kedua yang berkenan mengunjungi perguruan tinggi seni di Indonesia, setelah Presiden Sukarno pada 1955 mengunjungi Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta. Presiden Joko Widodo merasa bangga diberi kesempatan untuk memberikan kuliah umum, karena Presiden Joko Widodo tidak dari latar pendidikan seni. Menurut Presiden, dunia seni adalah dunia kreatif yang tidak monoton dan mampu beradaptasi dengan perubahan dunia yang sangat cepat. Terjadinya perubahan yang cepat pada era revolusi industri 4.0 seperti saat ini, perlu dibarengi dengan semangat juang untuk mendobrak dinding-dinding yang menghambat perkembangan serta merombak pola pikir lama untuk melahirkan pemikiran-pemikiran dan karya-karya baru agar dapat beradaptasi dengan perubahan. Presiden berharap kepada institut-institut seni, seperti ISI Denpasar, untuk menjadi pelopor dalam melahirkan semangat juang itu. Dalam kaitannya dengan pembangunan nasional, seni-seni kreatif bernilai tinggi yang menjadi DNA bangsa dan tumbuh pesat seperti di Bali, dapat menjadi inspirasi sekaligus energi penggerak bagi munculnya loncatan-loncatan kemajuan. Hal inilah menjadi sumber kekuatan bangsa Indonesia dan dapat digunakan sebagai pemersatu dan pendorong peradaban bangsa.

Kata Kunci: Kedua, Kreatif, DNA, Penggerak,Peradaban

Selengkapnya dapat unduh disini

No Comments Yet.

Leave a comment