Tata Rias Tari Baris Tunggal Dari Perspektif Kritik Seni

Tata Rias Tari Baris Tunggal Dari Perspektif Kritik Seni

Kiriman : I Made Rianta ( Mahasiswa Program Studi Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar )

Abstrak

Tari Baris Tunggal merupakan sebuah pertunjukan tari yang mempunyai fungsi sebagai hiburan atau balih-balihan dan tidak memiliki keterikatan dengan upacara keagamaan. Tarian tersebut awalnya ditarikan oleh seorang penari laki-laki, namun dalam perkembangannya tarian ini juga ditarikan oleh perempuan. Tata rias yang dipergunakan pada tari Baris Tunggal adalah tata rias dengan karakter keras, sedangkan tata busana menggunakan busana awiran yang menjadi ciri khas dari tari Baris pada umumnya. Dalam pementasannya tari Baris Tunggal menggunakan gerak yang cukup komplit, karena merupakan tarian dasar yang diajarkan kepada seseorang (laki-laki), yang ingin belajar menari. Tarian ini menggambarkan kegagahan seorang prajurit. Dilihat dari strukturnya, tari Baris Tunggal terdiri atas tiga stuktur, yakni: gilak, bapang dan gilak. Pertunjukan ini berdurasi kurang lebih 12 menit yang biasanya diiringi oleh gamelan Gong Kebyar yang dapat memberikan tekanan-tekanan pada setiap gerakannya. Kritik terhadap tari Baris Tunggal yang ditarikan oleh seorang wanita, adalah pada gerakan nengkleng (angkat kaki), yang kurang etis dilakukan oleh seorang penari Baris Tunggal wanita.    

Kata kunci: Laki-laki, Karakter keras, Perempuan, Kritik, Nengkleng.

Selengkapnya dapat unduh disini

No Comments Yet.

Leave a comment