23 Dosen ISI Denpasar Ikuti Seminar Desimiasi

23 Dosen ISI Denpasar Ikuti Seminar Desimiasi

Penelitian yang dilakukan para dosen di perguruan tinggi harus bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Langkah pertama yang dilakukan adalah desimiasi (penyebaran informasi yang direncanakan). Untuk itu, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar ‘Seminar Hasil Penelitian, Pengabmas, Pemenang Hibah Dirjen Riset Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti dan DIPA ISI Denpasar tahun 2017, yang diikuti 23 dosen pemenang hibah penelitian,  di kampus setempat, Selasa (14/11) kemarin.

Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar.,M.Hum., menyampaikan, penelitian yang didapatkan dosennya, diawali dari persaingan, selanjutnya bekerja melaksanakan penelitian, dan akhirnya mendapatkan sebuah hasil. “Setelah ada hasilnya, kita desimiasi atau kita sebarluaskan, sehingga penelitian itu bermanfaat, apalagi dibiayai oleh kementerian dan lembaga sendiri dari uang SPP mahasiswa,” kata Arya di saat membuka seminar.

Arya mengaku bangga, karena jumlah dosen pemenang hibah penelitian di ISI Denpasar kian meningkat. Menurutnya, hal ini adalah suatu kemajuan yang signifikan, jika dibandingkan dengan situasi sebelumnya, yang mana para dosen terkesan kurang greget melaksanakan penelitian. 

Selaku pimpinan lembaga, ia mendorong seminar hasil sebagai tradisi dan dilaksanakan lebih dari biasanya. “Mungkin nanti dilaksanakan di luar kampus dan mengundang narasumber dari luar kampus juga. Biar tidak seperti katak dalam tempurung,” imbaunya. Arya menilai, hal itu sangat memungkinkan tanpa mengajukan biaya lagi ke lembaga, sebab di dalam klausul hibah, sudah ada biaya seminar. 

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Seminar Dr. I Gede Yudarta., S. S.Kar., M.Si., menyampaikan, kegiatan itu sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban akademik para dosen yang memenangkan berbagai hibah penelitian, sebagai bentuk sosialisasi hasil penelitian, dan menjadi salah satu luaran dari pelelitian yang telah dilaksanakan, agar penelitian ini diketahui oleh Civitas Akademika ISI Denpasar dan masyarakat luas. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua  LP2MPP  ISI Denpasar Dr I Wayan Adyana mengaku, mengapresiasi seminar hasil tersebut.  Kegiatan seminar hasil, kata dia, merupakan pelengkap dari kegiatan penelitian. Adyana juga meminta lembaga Puskom agar menerbitkan hasil penelitian dosen, sehingga bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. “Setelah selesai penelitian itu, tak lengkap rasanya tanpa dilaporkan,” ungkapnya.

Lebih lenjut ia menyampaikan, berdasarkan hasil pertemuan forum musyawarah nasional rancangan penyetaraan karya seni dengan jurnal ilmiah beberapa waktu lalu, terdapat tiga pilihan (jalur) bagi lektor kepala ke guru besar.  “Nanti bisa dipiliha jalur karya tulis, jalur karya, serta jalur hak atas kekayaan intelektual. Desiminasi masing-masing jalur akan dirancang lebih lanjut,” tutupnya.

No Comments Yet.

Leave a comment