Cok Istri Puspawati Nindhia, SE, SSn Dosen Fotografi ISI Denpasar, Berprestasi Internasional Dengan Mengangkat Obyek “Air”

Cok Istri Puspawati Nindhia, SE, SSn Dosen Fotografi ISI Denpasar, Berprestasi Internasional Dengan Mengangkat Obyek “Air”

Cok dan karyanya

Cok dan karyanya

(Denpasar-humasisi) Kiprah kaum wanita pada abad 21 ini sungguh-sungguh menginspirasi kaum  manusia di dunia saat ini. Dimana sosok wanita yang terkesan lemah lembut berubah menjadi sosok  yang produktif dan “kuat”, terbukti dengan banyaknya wanita yang menempati jabatan eksekutif di  perusahaan, pemerintahan atau bahkan menjadi kepala pemerintahan. Salah satunya adalah Cok Istri  Puspawati Nindhia SE, SSn seorang dosen wanita di program Studi Fotografi FSRD ISI Denpasar.  Meskipun belum diangkat secara 100 % namun prestasinya cukup membanggakan yaitu menggondol  Award dalam Earth Spirit festival di Australia pada tahun 2007, pemenang pertama lomba foto “Global  Warming” Kompas 2006 dan Pemenang Fremaan Fellowship at Vermont Studio Centre Amerika 2007.  Untuk program Fremaan Fellowship at Vermont Studio Centre Amerika ini ternyata Cok Puspa bukan  yang kali pertama yang pernah mendapatkannya, ternyata beberapa orang Dosen FSRD ISI Denpasar  pernah berangkat sebelumnya yaitu Dra. Tjok Istri Mas Astiti, MSi dari Jurusan Lukis yang notabene Ibunda dari Cok Puspa, Drs. I Nyoman Marsa dan Dra. Sri Supriyatini, MSn. Disana seniman yang terpilih akan dibimbing dalam berkarya oleh pakar-pakar dan dosen seni rupa dari Universitas terkenal di Amerika. Ada cerita lucu ketika Cok Puspa mendapat juara di Australia. Menurut kontestan dari negara lain, Cok yang berasal dari Indonesia dianggap negara dunia ketiga yang gaptek teknologi, jadi para kontestan sangat terkejut bahwa Cok Puspa wanita pertama dapat berhasil menggondol juaranya dan sangat fasih menggunakan peralatan digital sejajar dengan negara lainnya.

Menurut gadis asal Gianyar ini, semangat ingin maju dan pantang menyerah adalah kunci keberhasilannya. Menurutnya kita sebagai kaum wanita dan mahasiswi harus antusias dan mandiri di dalam mengerjakan sesuatu dan mencari peluang di dalam pengembangan keilmuan. Di era digital ini dimana teknologi informasi sudah begitu mudahnya menyebabkan kompetisi di semua bidang itu menjadi lebih meningkat. Jadi kita sebagai mahasiswi dan seniman harus siap dengan adanya perkembangan tersebut dan menggali potensi kita, sehingga kita mempunyai suatu idealisme dalam berkesenian yang layak dijual dan bersaing. Sekarang dunia fotografi berkembang dengan sangat pesat mengingat era digitalisasi yang memudahkan pengguna untuk mengoperasikan peralatan fotografi tersebut. Begitu banyaknya bertaburan seniman atau studio fotografi yang menjamur sekarang ini, itu merupakan tantangan untuk harus dihadapi oleh seorang fotografer. Jadi seorang fotografer harus kreatif atau “mati” digilas oleh pesaing yang semakin hari semakin bertambah.

Cok Puspa menerangkan dalam berkesenian terutama dalam karya fotografinya ia tertarik mengangkat obyek “air” (Rythm of Water). Karena air merupakan elemen yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Air juga terkesan tenang dan menghanyutkan, namun dapat juga mengerikan pada saat bencana. Jadi sesuatu itu ada sisi postif dan negatifnya tergantung sudut pandang manusia itu sendiri. Air yang menggelitik rasa estetik Tjok untuk selalu berkarya seni dan ternyata air tersebut tidak ada habis-habisnya digali, bagaikan sumber mata air inspirasi untuk berkarya. Menurut Pembantu Dekan III FSRD ISI Denpasar Drs. I Wayan Suwandhi, MSi kiprah Cok Puspa memang terlihat sejak mahasiswa dimana ia aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, sebagai buktinya sebagai duta bangsa dalam Youth Exchange ASEAN – ROK in Seoul Korea. Itu membuktikan antusiasmenya yang tinggi dalam mengembangkan dirinya. Pembantu Dekan II ISI Denpasar Drs. I Made Bendi Yudha, MSn menjelaskan bahwa prestasi ini merupakan salah satu indikator atas kapabilitas dosen-dosen ISI Denpasar, sehingga diharapkan bisa ditularkan ke mahasiswa. Senada dengan Bendi, Pembantu Dekan I FSRD ISI Denpasar Drs. I Gede Mugi Raharja, MSn berpesan agar mahasiswa ISI Denpasar dapat mengikuti prestasi yang dicetak oleh Cok Puspa ini, caranya dengan aktif mengikuti event-event pameran maupun kompetisi di tingkat nasional dan internasional. Sehingga kita bisa tahu kelemahan dan kelebihan kita dalam rangka untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan kita. Dekan FSRD ISI Denpasar Dra, Ni Made Rinu, MSn mengingatkan sikap Cok Puspa yang harus diteladani adalah sikap mandiri, berkarya, kreatif dan menunjukkan kapabilitas secara pribadi di tingkat nasional maupun internasional, dengan aktif mengikuti kompetisi dan berpameran. Ini yang harus dijadikan contoh oleh mahasiswa lain yaitu dengan menyibukan diri dengan kesibukan yang postif yaitu selain mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen juga aktif mengikuti perkembangan bidang yang digelutinya sekarang. Tanpa inisiatif dan antusiasme yang positif mahasiswa akan sulit berkembang menjadi seniman yang handal. Mengenai kemenangannya di tingkat Internasional Rinu menegaskan bahwa ini adalah satu jalan untuk mewujudkan visi ISI Denpasar untuk “go international” dengan terus aktif mengikuti event-event kompetisi tingkat internasional.

Comments are closed.