ISI Denpasar Bangun Kerja Sama Internasional Terima Delegasi Nanning Bureau of Culture dan Grup Nagauta

ISI Denpasar Bangun Kerja Sama Internasional Terima Delegasi Nanning Bureau of Culture dan Grup Nagauta

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar seolah menjadi magnet perguruan tinggi seni mapun pihak lain dari dalam dan luar negeri untuk membangun kerja sama. Belum lama ini, ISI Denpasar menerima puluhan rombongan dari Nanning Bureau of Culture, Tiongkok di kampus ISI Denpasar.

Pertemuan pimpinan kedua lembaga itu menyepakati sejumlah kerja sama terkait pelaksanaan dan pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian). Menariknya, tahun ini pihak ISI Denpasar langsung diundang mengisi kegiatan festival seni tahunan di Negeri ‘Tirai Bambu’ itu.

"Namun kami pastikan tahun depan baru bisa kami berangkat ke sana (Tiongkok). Tahun ini kami belum mempersiapkan segala sesuatunya," kata Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama ISI Denpasar I Ketut Garwa, S.Sn., M.Sn., seizin Rektor Prof. Dr. Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum., di Denpasar, Selasa (25/6).

Pertemuan yang juga dihadiri Konjen Tiongkok tersebut memfokuskan pada pengembangan seni tari, terutama tari Bali dan tari tradisional China. Pihak Nanning, lanjut Garwa, juga meminta ISI Denpasar mempersiapkan 20-30 mahasiswa untuk pentas di sana. "Pada prinsipnya, ISI Denpasar selalu terbuka dengan pihak manapun untuk kerja sama. Asalkan sama-sama memberi manfaat," imbuh dia didampingi Humas I Gede Eko Jaya Utama, SE., MM.

Momentum kehadiran delegasi Nanning Bereau of Culture yang berdekatan dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-XL, dirasa sangat tepat. Sehingga pihak ISI Denpasar sekaligus mengajak rombongan itu menonton secara langsung PKB yang dibuka Presiden RI Joko Widodo, setelah sebelumnya mengisi kuliah umum di ISI Denpasar. 

Deputy Director Nanning Bureau Li Youliang mengaku sangat takjub dengan kualitas ISI Denpasar. Menurut Li, antara lembaganya dengan ISI Denpasar memiliki banyak kesamaan, sehingga tidak sulit untuk menjalin kerja sama ke depan. ISI Denpasar yang terletak di Bali, menjadi nilai tambah tersendiri bagi pihak luar, sehingga mereka tertarik datang dan mengetahui langsung bagaimana situasi di ISI Denpasar.

Sehari sebelumnya, ISI Denpasar juga menerima grup musik tradisional Nagauta dari Jepang. Grup yang terdiri dari tiga orang personil itu memberikan workshop kepada para mahasiswa program studi (prodi) musik dan sendratasik, ditutup dengan menggelar mini konser. 

Pada kesempatan yang sama, Kasubag Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat ISI Denpasar Ni Komang Artini, SS., mengungkapkan, sepanjang tahun 2018 (Januari-Juni) pihaknya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan delapan lembaga dari luar negeri. Jumlah itu belum termasuk MoU dengan lembaga lain di tingkat regional dan nasional. "Jumlah kerja sama diprediksi terus meningkat. Salah satu faktor karena hampir semua prodi dan institusi telah terakreditasi A," pungkas Artini.

Comments are closed.