ISI Geber Lokakarya Peningkatan Teknologi Informasi

ISI Geber Lokakarya Peningkatan Teknologi Informasi

Warta Bali, Jumat 11 November 2016

Paradigma baru pembelajaran saat ini tidak lagi berorientasi pada subject matter oriented tetapi skill oriented. Paradigma lama cenderung menekankan pembelajaran berdasarkan target outline materi, yang mana dosen hanya disibukkan untuk mengejarmenghabiskan materi sesuai dengan jadwal tatap muka. Konsekuensinya, pembelajaran hanya menjadi penumpukan fakta, konsep dan materi semata.

Demikian terungkap dalam Lokakarya Peningkatan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pembelajaran yang digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar di kampus setempat, Kamis (10/11). Lokakarya ini diikuti para dosen dengan menghadirkan para narasumber kompeten, dan dibuka oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha.

Dalam sambutannya, Prof. Arya mengatakan, kalau dosen tak mau belajar, artinya mahasiswa rugi kuliah di ISI, dan lembaga ini ggal menjalankan misinya Dikatakan, sebuah visi ISI Denpasar sangat menantang, yaitu menjadi pusat unggulan budaya 2020. “Visi kita berada terdepan, ibaratnya kalau orang baru bangun, kita sudah berjalan, kalau ada orang berjalan kita sudah berlari. Kita harus mampu melahirkan sarjana seni, bisa menyajikan seni, bisa menciptakan seni, kemudian memiliki daya saing global.” Katanya.

Prof. Arya menekankan proses pembelajaran bukan biasa-biasa saja, harus luar biasa. Menjadi pusat unggulan tentu menitikberatkan pada peningkatan proses pembelajaran yang berkualitas. Bagaimana cara pembelajaran yang benar-benar mahasiswa itu kalau kuliah mendapatkan sesuatu. Jadi teman-teman dosen baik yang muda maupun yang sudah senior tertantang untuk selalu meningkatkan prestasi pembelajaran. Saya ucapkan terima kasih kepada narasumber dan teman-teman dosen, saya harap lokakarya ini bisa diikuti dengan baik, dan tahun 2020 visi yang kita tetapkan itu harus sudah tercapai, dan yang akan meneruskan visi ini kita tumpukan kepada dosen-dosen muda nantinya, karena yang muda-muda ini yang akan bisa meneruskan.” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lokakarya Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si menyampaikan tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas proses pembelajaran di lingkungan ISI Denpasar. Selanjutnya, meningkatkan kemampuan penampilan dosen dalam menusun bahan agar berbasis teknologi informasi. Terakhir meningkatkan kemampuan dosen dalam mengimplementasikan bahan ajar berbasis teknologi informasi untuk peningkatkan proses dan kualitas hasil belajar.

“Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang dosen yang terdiri dari 40 dosen orang dari FSP dan 40 orang FSRD. Intinya sasaran kegiatan lokakarya ini adalah agar para dosen mampu mengembangkan sumber belajar dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi.” ucap Dr. Arshiniwati.

No Comments Yet.

Leave a comment