Membangun Keelokan Budaya Lokal Dalam Sebuah Karya Seni ISI Gelar Sarasehan Terbuka Tentang Nilai Budaya Panji

Membangun Keelokan Budaya Lokal Dalam Sebuah Karya Seni ISI Gelar Sarasehan Terbuka Tentang Nilai Budaya Panji

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar bekerjasama dengan Dharma Nature Time menggelar sarasehan terbuka bertajuk " Nilai - Nilai yang Mendasari Lahirnya Budaya dan Kesenian Panji",  berlangsung di Gedung Natya Mandala, Kampus ISI, Selasa ( 26/3).
Sarasehan yang menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya  Dr. Lydia Kieven ( Jerman ), I Ketut Kodi ( ISI Denpasar ) dan Diane Butler ( UNUD ). Sarasehan dibuka oleh Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar, yang diwakili Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP-ISI) Denpasar  Dr. I Komang Sudirga, dihadiri ratusan peserta seperti mahasiswa ISI, Dharmasiswa ( mahasiswa asing), juga hadir dari IHDN, UNHI serta pecinta sejarah budaya Panji di Bali. 
Dekan FSP Dr Komang Sudirga mengatakan, sarasehan ini digelar dalam upaya  mengangkat nilai -nilai budaya bangsa berasal dari budaya lokal, bisa dibangun keelokanya dalam  perspektif  bisa dikaryakan sebagai seni pertunjukan maupun senirupa. " Melalui sarasehan ini, kita bisa memaknai sekaligus menggali budaya - budaya Panji yang banyak mengilhami karya - karya seni baik sebagai sajian garapan seni pertunjukan maupun seni rupa ," jelas Sudirga. 
Dikatakan, sarasehan ini menghadirkan peneliti  Dr. Lidya Kieven dari Jerman, Diana Betler dari Unud bersama dosen kita I Ketut Kodi. Dalam penelitiannya , lanjut Sudirga Dr. Lidya yang lebih banyak meneliti di Jawa, tepatnya di Candi Penataran banyak mengamati relief - relief , yang digambarkan dalam bentuk cerita yang selanjutnya dari relief itu telah menelorkan karya - karya menarik baik seni pertunjukan maupun seni rupa . 
Di Bali, Sudirga menyebutkan, inspirasi cerita Panji banyak dituangkan dalam garapan seni tradisional . Semisal, karya seni pegambuhan, kemudian ada drama gong, calon arang, kemudian ada kesenian Topeng  yang rujukannya adalah cerita Panji." Tahun 1996, dalam ajang Pesta Kesenian Bali ( PKB), ISI sempat menggarap cerita - cerita yang berbasis pada pertunjukan budaya  Panji .memang sangat menarik untuk dikaji dan dijadikan pegangan setiap garapan dalam melahirkan karya yang inovatif ," tuturnya. 
Dr. Sudirga  menegaskan,  dalam sarasehan ini dimana pembicara Dr Lidya membeberkan tentang temuan mereka  seperti asal muasal cerita Panji,  histori hingga penyebarannya sampai ke Asia Tenggara. " Mereka banyak meneliti relief ,khususnya di Candi Penataan Jawa, mereka merajutnya dalam sebuah kisah mulai dari pengembaraan, ada penyamaran , kemudian ada rintangan sehingga kembali bertemu , seperti siklus perburuan , dia mengkaji senimanya, dengan karya kreasi yang dilahirkan, hingga munculnya seni kontemporer yang ada di Jawa. Yang jelas kita mendapatkan pencerahan termasuk pembicara lainya seperti  Pak Kodi yang menjelaskan  memaknai Panji, ada kidung,  nalar dibangun, bagaimana hubungan Tantri, jadi intinya supaya nilai kesempurnaan bisa dimaknai," ungkapnya. 
 Sementara itu, Humas ISI Denpasar I Gede Eko Jaya Utama,  SE menambahkan  kegiatan sarasehan di ISI ini bentuk  kerjasama ISI Denpasar dengan Darma Nature pimpinan Diane Butler." Beliau yang mendatangkan  seorang peneliti Panji dari Jerman, disamping juga ada pembicara yang lain ada Ketut Kodi dari ISI Denpasar, dengan harapan ada proses penggalian dan membuka wawasan kita tentang konsep Panji sebagai runutan dalam menelorkan karya yang inovatif dan kreatif di masa mendatang, "  pungkas Eko Jaya.

Comments are closed.