Sendratari Kresna Duta Persembahan ISI Denpasar

Sendratari Kresna Duta Persembahan ISI Denpasar

Tanpa Properti Berlebihan,  Utamakan Keterpaduan Musik dan Gerak Tari 

Demi menegakan keadilan, jiwa dan raga pun siap dikorbankan.Untuk memperjuangkan hak Pandawa, Sri Kresna datang ke Hastina sebagai duta putra - putranya Pandu yang telah berhasil melaksanakan pengasingan dan penyamaran tanpa diketahui Korawa. Diluar dugaan, Duryodana yang dirasuki nafsu keserakhannya tidak akan menyerahkan sejengkal pun wilayah Hastina kepada Pandawa. 

Demikian kisah dalam  garapan sendratari persembahan  Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar , yang kembali dipercaya mengisi malam pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke -40,   di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Sabtu lalu.

Suguhan Sendratari berjudul ' Kresna Duta', diambil dari maha karya   (Epos) Mahabarata mengangkat kisah Sang  Kresna yang menjadi utusan Pandawa ke Hastinapura. Kisah ini menyiratkan tanda- tandanya perang maha dahsyat yang terjadi di Kurusetra. Sendratari berdurasi 1 jam tersebut, sukses mempersembahkan konsep garapan yang mengutamakan keterpaduan musik dan gerak tari. Tidak banyak properti yang berlebihan, inovasi serta pengembangan juga lebih menekankan pada keaslian sendratari. 

Selaku penanggung jawab garapan Sendratari Rektor ISI Denpasar , Prof .Dr. I Gede Arya Sugiartha, Art Direktor Prof. Dr. Wayan Dibia, Koordinator umum Ketut Garwa,S.Sn, M.Sn. 

Ketut Garwa menjelaskan, memang  kita bersyukur sajian seni yang dibawakan ISI Denpasar  berjalan sukses sesuai dengan skenario . " Memang benar, sedikit berbeda tahun ini, dimana  suatu garapan orientasinya kita giring atau flashback ke belakang kembali, yaitu garapan yang lebih mengutamakan kualitas, terpadunya antara musik dan gerak," ucap Ketut Garwa. 

Lebih lanjut Garwa menuturkan, sendratari yang saat ini kita lihat sudah banyak  modifikasi, properti begitu banyak , pengembangan dan sebagainya ,nah kita  mencoba  flashback bagaimana tampilan sendratari seperti  tahun 80-85, dibawah tahun 90. " Nah keaslianya itu kita  sadur dalam pembukaan PKB kemaren , sehingga kelihatan original, dimana sendratari dulu sangat sedikit memggunakan property, hanya mengutamakan keterpaduan antara musik dan gerak tari yang terhitung betul. Sekarang banyak pengembangan, inovasi yang karya kekinian dipuja dipuja karena perubahan menjadi sesuatu abadi hal itu tidak masalah. Akan tetapi lebih baiknya, kita mengetahui bagaimana jati diri sendratari substansi kesenian keaslian sendratari itu seperti apa,  jangan sampai kebablasan," bebernya.

Mengenai pilihan tema , jelas Wakil  Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama ini menyebut tema sendratari berjudul Kresna Duta sudah disesuaikan dan dirancang sejak 5 tahun sebelumnya. 2016, tema yang diangkat  Karang awak, Ulundanu (2017) , sekarang 2018 Teja Dharmaning Kauripan."  Itu skenario pun sudah dirancang jauh jauh hari oleh  kurator, dan Kresna Duta ini dijadikan materi untuk tahun ini, sudah ditetapkan kurator, " tandasnya. 

Sementara itu bicara penndukung garapan yang dilibatkan ISI , lanjut dia semua digerakkan  penuh oleh mahasiswa dan dosen dari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar."  Karena posnya ada di Fakultas Seni Pertunjukan,   sendratari ini baik, penari, sekaa tabuh, kurang lebih melibatkan  300 orang, " jelas Garwa yang didampingi Humas ISI Denpasar I Gede Eko Utama Jaya, SE.MM

Lembaga ISI yang senantiasa dipercaya mengawal kegiatan PKB senantiasa menjaga mutu dan kualitas. " Arahan bapak rektor senantiasa menekankan dan konsentrasi bagaimana kita selalu meningkatkan kualitas, apalagi ISI selalu menjadi penampil utama, kita tidak main - main untuk hal itu," tegasnya. 

Untuk diketahui, malam pembukaan PKB ,Sabtu 23 Juni 2018, disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy , Gubernur Bali Mangku Made Pastika, Anggota DPRD Propinsi Bali, Rektor ISI Denpasar , Kadisbud  para konsul negara sehabat, dan ribuan pecinta seni yang memadati panggung Ardha Candra hingga acara berakhir. 

Comments are closed.