Sumber Daya

Sumber Daya Manusia

Kolaborasi Wayang

Rekruitmen PNS dilaksanakan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 98 Tahun 2000 yang diperbaharui dengan PP No.11 Tahun 2002 tentang pengangkatan, pemindahan, pemberhentian, dan formasi PNS yang menjadi wewenang pejabat pembina kepegawaian (sesuai eselon). Persyaratan rekruitmen PNS mengacu pada persyaratan umum PNS yang ditentukan dengan tes kompetensi dan psikotes. Untuk Dosen, selain mengacu pada persyaratan umum PNS, juga sangat diperhatikan kualifikasi pelamar agar sesuai dengan kebutuhan program studi dimana dosen tersebut akan ditempatkan.

Dengan penerapan seleksi berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan psikologi bagi pelamar, baik pada calon dosen dan pegawai maka dapat dipastikan kualitas dosen dan pegawai yang diterima sesuai dengan yang dibutuhkan. Dosen yang berkualitas akan memberikan dukungan pada proses belajar mengajar yang. Demikian juga pegawai yang cakap akan mendukung sistem pelayanan akademik yang memuaskan, sehingga akan memperlancar kegiatan proses belajar mengajar.

Tenaga pendidik / Dosen

Jumlah dosen tetap ISI Denpasar tahun 2014 per oktober adalah 206 orang. Dosen tetap dikelompokkan ke dalam dosen Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain.

  1. Dosen FSP              = 94
  2. Dosen FSRD            = 106

Tenaga penunjang pendidikan / Staf

Jumlah pegawai administrasi ISI Denpasar tahun 2014 per oktober sebanyak  118 orang. Pegawai administrasi termasuk teknisi, laboran, dan pustakawan merupakan komponen  penunjang yang sangat penting untuk pengotimalan peningkatan peyelenggaraan pendidikan. Hal yang perlu mendapat perhatian tentang pegawai administrasi adalah  ditingkatkan kemampuan dan  keterampilan dengan mengikutsertakan dalam kursus, loka karya, dan memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan formalnya. Disamping itu juga dengan teru melakukan perbaikan suasana kerja, disiplin, dan pengawasan.

Sumber Daya Fasilitas

Foto kampus ISI dari sudut pandang burung

Penggabungan STSI Denpasar dengan Progran Studi Seni Rupa dan Desain (PSSRD) UNUD membawa konsekuensi terhadap keberadaan institusi secara luas. Pada satu sisi terjadi penambahan sumber daya manusia (dosen dan pegawai) serta program studi, akan tetapi pada sisi lain fasilitas gedung dan ruang masih menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh STSI Denpasar. Namun demikian, ISI Denpasar secara bertahap sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang dimiliki berusaha meningkatkan fasilitas sesuai tingkat kebutuhan. Sebuah konsekuensi logis dari penambahan program studi dan perubahan status lembaga akan merubah pula pemanfaatan sumber daya aset yang dimiliki. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan kualitas pengajaran terutama mata kuliah praktik, perlu peningkatan kapasitas ruang laboratorium / studio, dan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya pengelola laboratorium.

Aset tidak bergerak yang dimiliki ISI Denpasar adalah aset yang hanya diserahkan oleh STSI Denpasar berupa bangunan gedung administrasi, gedung pendidikan, dan gedung penunjang seluas 11.235,50 m2 berdiri di atas tanah seluas 41.915 m2. Aset STSI Denpasar tersebut di atas, dimiliki secara bertahap sejak dua puluh lima tahun yang lalu sejak lembaga ini bernama ASTI Denpasar. Diawali dengan pengadaan tanah 3.000 m2 pada tahun 1979, perkembangan selanjutnya dimulai pada tahun 1982

Ruangan yang dimiliki oleh ISI cukup memadai jika dihitung dari rasio jumlah mahasiswa dengan luas ruang kuliah. Hal ini merupakan kekuatan sebagai salah satu indikator tercapainya kualitas pendidikan. Akan tetapi luas laboratorium, yang khusus penggunaannya  pada mata kuliah praktik, belum cukup memadai jika dihitung berdasarkan rasio jumlah mahasiswa mata kuliah praktik dengan luas ruangan (1 orang : 0,66 m2 luas ruangan), dan hal ini merupakan kelemahan yang perlu mendapat perhatian lebih. Sedangkan untuk fasilitas tenaga pengajar, ISI Denpasar memiliki ruang dosen dengan luas keseluruhan 250 m2 (dengan perbandingan 1 orang : 1,17 m2 luas ruangan).