ISI Denpasar Memberangkatkan Mahasiswa ke Amerika

ISI Denpasar Memberangkatkan Mahasiswa ke Amerika

Seorang mahasiswa FSRD ISI Denpasar akan berangkat Amerika untuk belajar bahasa Inggris sekaligus untuk belajar tentang Kebudayaan Amerika di negara asalnya. Mahasiswa yang bernama Ni Wayan Ari Suardiyanti yang merupakan mahasiswa semester 8 program studi DKV itu akan mengikuti program IALSP (Indonesia America Language Studies Program) yang digagas oleh IIEF (The Indonesian International Education Foundation) selama 9 minggu dan rencananya akan berangkat tanggal 12 Maret depan untuk transit ke Jakarta selanjutnya tanggal 13 Maret akan terbang ke Amerika. Ini merupakan kali kedua ISI Denpasar memberangkatkan mahasiswa untuk program yang sama, yaitu sebelumnya telah dikirim mahasiswa DKV pula yang bernama Ni Made Arini Hanindharputri. Menurut Ari program ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dari seluruh Indonesia, nah kebetulaan yang menang dari Bali 4 orang, 2 orang mewakili Universitas Udayana dan 2 orang lagi berasal dari ISI Denpasar.

Di Amerika selain untuk belajar bahasa Inggris dan kebudayaan Amerika, para peserta IALSP yang berasal dari Indonesia rencananya akan mengadakan Indonesian Day dan Indonesian Night yang bertempat di Arizona. Pada event tersebut para peserta akan membawakan tarian daerah Indonesia berdasarkan asal dari peserta tersebut.Kebetulan Ari yang mewakili ISI Denpasar(Bali) akan membawakan Tari Oleg Tamulilingan.

Ari juga menambahkan sebelum mengikuti program ini ia dan beberapa temannya telah di latih pemantapan Bahasa Inggris (TOEFL) selama 3 bulan di kampus yang dibina oleh Dewi Yulianthi seorang dosen Bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuannya di bidang bahasa Inggris dan diselenggarakan secara gratis atas dukungan lembaga. Dewi Yulianthi yang dihubungi masalah keberangkatan ini menambahkan sebenarnya jumlah mahasiswa yang diusulkan untuk mengikuti program IALSP ini berjumlah 10 orang, nah karena TOEFL minimal yang disyaratkan adalah 470 maka 4 orang yang lulus untuk mewakili ISI Denpasar, namun yang lolos akhirnya hanya 2 sedangkan sisanya tidak lolos karena terbentur persyaratan lainnya. Dewi merasa bangga akan prestasi yang diraih mahasiswa dan mengharapkan mahasiswa yang lain juga terpacu untuk mengikuti jejak kedua temannya ini, dengan jalan meningkatkan lagi kompetensi keilmuannya terutama di bidang bahasa Inggris.

Pj. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA menyambut gembira dan tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas keberangkatan mahasiswa ke Amerika ini. Ini membuktikan bahwa mahasiswa ISI Denpasar tidak hanya bisa megambel, menari atau di bidang seni rupa –desain saja, terbukti dalam bidang bahasa Inggris juga ISI juga dapat meloloskan mahasiswanya dari sekian ribu universitas yang berada di Indonesia. Wayan Rai menjelaskan bahwa lolosnya mahasiswa ini awalnya adalah buah pertemuannya dengan ketua IIEF Indonesia Irene Agus di Washington DC, untuk membahas agar mahasiswa dan staf pengajar di ISI Denpasar dapat diberikan suatu program untuk meningkatkan keilmuannya. Nah hal tersebut disambut positif oleh Irene dengan mengirimkan stafnya untuk memberikan sosialisasi tentang IIEF. Dan ternyata sosialisasi tersebut direspon positif oleh mahasiswa dan para dosen sehingga dapat meloloskan 2 orang ini ke Amerika. Wayan Rai juga mengharapkan agar Ari selain untuk menimba ilmu juga agar dapat mempromosikan kampus pada kegiatan ini, karena ini merupakan salah satu cara untuk membangun networking dengan pihak Amerika sesuai dengan visi ISI Denpasar untuk go internasional. Nantinya di kemudian hari semakin banyak mahasiswa yang mengikuti jejaknya, sehingga selain merupakan prestise sebagai pribadi juga prestise kampus dan tentu akan menaikkan kredibiltas dan kompetensi kampus ke depannya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pj. Dekan FSRD Dra. Ni Made Rinu, Msi yang pada kesempatan ini didampingi oleh PD 2 FSRD Drs. I Wayan Bendi Yudha, MSn yang menyampaikan rasa bangganya kepada mahasiswa yang akan berangkat ke Amerika ini, merekapun berpesan agar Ari ikut mempromosikan kampus secara proaktif di Amerika dan juga mendorong mahasiswa lain untuk berprestasi secara maksimal sehingga bisa diakui secara internasional maupun nasional. Caranya dengan terus mengasah keterampilan dan meningkatkan kompetensi terutama di bidang Bahasa Inggris agar bisa bergaul di dunia internasional.

Ari yang ditanya tentang kesannya menerangkan bahwa ia akan berusaha untuk berbuat yang terbaik, karena selain membawa nama pribadi dan keluarga juga ia membawa nama almamaternya dan Bali pada umumnya. Sehingga ia akan berusaha secara maksimal untuk mnyelesaikan program ini dengan baik dan berjanji akan mencari peluang untuk meningkatkan networking sehingga teman-temannya yang lain dapat menyusul jejaknya. Ya memang nama almamater ditentukan oleh prestasi mahasiswanya dan keinginan seluruh civitas untuk memberikan sumbangan kinerja yang terbaik untuk kemajuan ISI Denpasar.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.