Dry Garden Jepang dan Taman Kering Indonesia Istilahnya Serupa tetapi Esensinya Berbeda

Apr 1, 2020 | 2020, Artikel

Kiriman : A.A. Gede Ardana dan I Gusti Ngurah Ardana ( Dosen PS. Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar )

Abstrak
Taman yang sudah sejak awal melengkapi bumi ini, menjadikannya semakin indah dan menarik serta segar. Tidak ada satu orangpun tahu proses pembentukannya, sudah ada dengan sendirinya sehingga sifat utamanya adalah alami. Walaupun demikian, ternyata belum mampu memenuhi tuntutan manusia penghuni bumi ini sehingga diciptakan taman lain dengan istilah taman kering. Jenis taman ini, di Jepang disebut kare-sansui karena tidak memakai material air tetapi berlokasi di halaman terbuka. Sedangkan di Indoensia, lokasinya di dalam ruangan agar perawatannya mudah maka jenis material serta tanaman yang dimanfaatkan harus yang membutuhkan air dalam jumlah terbatas juga. Berdasarkan uraian dan gambar yang dijumpai pada sejumlah pustaka dapat dinyatakan, bahwa istilah kare-sansui dalam bahasa Jepang disebut dry garden dalam bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesianya diartikan taman kering. Istilah yang sama ini, ternyata menampilkan objek visual yang berbeda karena esensi penciptaan taman ini memiliki latar belakang berbeda pula. Dry garden di Jepang yang disebut dengan istilah kare-sansui itu, berlokasi di halaman terbuka yang dibuat dari material terdiri atas: pasir, batu, kerikil, tanaman, lumut untuk mengesankan sifat alami dan sejenis material lainnya. Jenis taman ini memang tidak menggunakan material air, tetapi tidak terbebas dari hujan dan salju ataupun badai yang terjadi di sekitarnya. Dry garden ini dihadirkan sebagai representasi (simbolisasi) kondisi ataupun aktivitas yang terjadi di bumi ini, melalui penataan material alami agar setiap orang yang melihatnya mendapatkan interpretasi yang sangat mengesankan. Taman kering di Indonesia, memang dibutuhkan untuk memperindah suatu área di dalam ruang sehingga harus menggunakan material yang tidak banyak menuntut air. Perbedaan mendasar antara taman kering di Jepang dan di Indonesia, dapat dicermati secara konkrit dari lokasi penataan dan esensinya termasuk penggunaan air tetapi keserupaannya hanya pada jenis bahan yang digunakan pada taman tersebut.

Kata kunci: taman kering jepang dan indonesia serta perbedaan esensi.

Selengkapnya dapat unduh disini

Berita Terkini

Kegiatan

Pengumuman

Artikel

KOMERSIALISASI PADA SENI PERTUNJUKAN BALI

Kiriman : Dr. Kadek Suartaya, S.S.Kar., M.Si. Abstrak Dinamika zaman yang terkait dengan gelombang transformasi budaya memunculkan perkembangan, pergeseran dan perubahan terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat Bali. Spesialisasi pada suatu bidang tertentu melahirkan...

Loading...