Faktor Pendorong Apropriasi Dalam Seni Lukis Keliki Kawan

Faktor Pendorong Apropriasi Dalam Seni Lukis Keliki Kawan

Kiriman : Made Tiartini Mudarahayu ( Prodi Desain Mode )
Abstrak

Kajian praktik apropriasi dalam penciptaan seni lukis Keliki Kawan ditujukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor pendorong yang menyebabkan terciptanya seni lukis Keliki Kawan sebagai produk kreatif melalui penerapan stratregi apropriasi hingga dapat menghasilkan identitas baru dalam seni lukis Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan pendekatan ex post facto. Sedangkan teori yang digunakan untuk menganalisis masalah adalah teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor pendorong terjadinya apropriasi dalam seni lukis Keliki Kawan adalah motivasi untuk memenuhi kebutuhan dalam diri seseorang. Motivasi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis dipengaruhi oleh keterbatasan ekonomi menjadi faktor pendorong utama terjadinya apropriasi dalam seni lukis Keliki Kawan. Sedangkan kebutuhan akan rasa aman yang menyebabkan seni lukis ini lebih banyak berkembang di Banjar Keliki Kawan, serta munculnya karakter individu yang lebih spesifik yang juga diperoleh dari strategi apropriasi. Melalui uraian lima tingkat kebutuhan manusia berlandaskan pada teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, tercermin bahwa keterbatasan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis memiliki peran penting dalam menumbuhkan motivasi untuk dapat menciptakan gaya lukis baru dengan mengadopsi pola lama seni lukis Bali yang telah ada ke dalam medium kertas dengan ukuran yang tidak lazim digunakan di Bali. Hal ini tentu berbeda dengan faktor pendorong terciptanya mayoritas mazhab seni lukis Bali sebelumnya yaitu spiritualitas. Meskipun didasari atas faktor pendorong yang berbeda dari mayoritas mazhab seni lukis Bali, namun dengan adanya kesadaran untuk mengembangkan pola yang sudah ada dan keinginan untuk menciptakan sesuatu yang baru terlihat pola pikir lateral yang diterapkan oleh Sana, Astawa dan Muliawan dalam berkreativitas.

Kata kunci: faktor pendorong, apropriasi, hierarki kebutuhan, seni lukis keliki kawan

Selengkapnya dapat unduh disini

Comments are closed.