Festival Topeng Internasional Indonesia Tanpa Topeng Bali

Festival Topeng Internasional Indonesia Tanpa Topeng Bali

Kiriman : Kadek Suartaya, SSKar., M.Si (Dosen Jurusan Karawitan ISI Denpasar)

Dinginnya malam yang cukup menggigit Kota Solo, Jawa Tengah, pada 14-15 September 2015, dihangatkan oleh sajian beragam karakter topeng oleh sebuah perhelatan dengan label Indonesia International Mask Festival (IIMF). Pentas seni pertunjukan topeng bertarap internasional ini disokong oleh Kementeriaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Tak kurang dari 13 peserta dari dalam dan luar negeri ditampilkan di Benteng Vastenburg dan ISI Surakarta. Sajian seluruh peserta diarahkan pada fokus tema The Greatest Panji.  Kitab Negarakertagama (abad ke XIII) menuturkan, cerita Panji telah menyebar luas hingga ke Asia Tenggara. Karena itu, penggiat tari topeng dari  Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Singapura pun hadir unjuk kebolehan.  Dari dalam negeri tampil pelaku tari topeng dari sejumlah daerah di Pulau Jawa. Penari topeng dari Bali?

Tari topeng Bali rupanya luput dari hitungan penyelenggara festival. Padahal Bali adalah wilayah kultural yang kaya dengan beragam seni pertunjukan bertopeng. Selain itu, cerita Panji yang diusung sebagai tema festival, menyebar luas dan terinternalisasi mendalam di tengah masyarakat Bali. Tengok Gambuh, dramatari tua yang dianggap sumber tari dan gamelan Bali atau lihat pula teater rakyat Drama Gong, lakon-lakon utamanya bersumber dari cerita Panji. Rupanya, soal tak diundangnya Bali dalam perhelatan seni akbar itu mungkin karena tidak adanya seni pertunjukan bertopeng yang mengisahkan cerita Panji. Apa boleh buat, keindahan tari topeng Bali tak sempat disimak penonton festival tersebut. Padahal dramatari topeng Bali yang lazim menuturkan lakon babad dapat saja tampil dengan cerita Panji dimana tokoh Panji menggunakan karakter topeng Arsawijaya. Tapi sudahlah, mari cermati satu wakil dari dalam negeri (Topeng Losari Cirebon) dan satu wakil dari luar negeri (Singapura).  Jika duta seni Negeri Singa menyuguhkan tari topeng kontemporer, Topeng Losari hadir dengan ketradisiannya yang kental.

Identitas Kental

Sajian Topeng Losari ditandai dengan sebuah gawang 3x3 meter yang digelayuti beragam hasil pertanian. Pisang, terong, jagung, padi, dan umbi-umbian itu menjadi bingkai penampilan Topeng Losari Cirebon. Siang itu, Sanggar Topeng Purwa Kencana Cirebon tampil di panggung tertutup ISI Surakarta. Tak kurang dari 30 menit penonton menyimak penampilan generasi ketujuh dari salah satu gaya topeng Cirebon itu. Gaya Losari yang tata tarinya bernuansa Jawa Tengah tersebut kini eksis dan bahkan telah melawat ke luar negeri.

Penampilan Topeng Losari diawali oleh hadirnya seorang penari membelakangi penonton duduk khusuk di depan kotak wayang yang dikawal oleh seorang juru kecrek pria. Setelah gending gamelan bergulir dua-tiga menit, perlahan sang penari bangkit. Inilah penampilan tari Pamindo dengan topeng berwarna putih. Di Losari, topeng ini disebut Topeng Panji karena tokohnya bernama Panji Sutrawinangun. Laku estetika tubuh topeng Panji mengalir halus dan karismatik. Namun karena topeng ini menggambarkan karakter seorang raja yang berwibawa maka ditengah alunan kehalusannya muncul aksen-aksen gerak lugas yang mencerminkan ketegasan. Setelah topeng Panji berlalu mulailah pendramaan lakonnya yang menjadi identitas Topeng Losari. Topeng Cirebon pada umumnya terikat oleh struktur baku dengan sajian sekian watak manusia.

Selengkapnya unduh disini

Comments are closed.