Istana Presiden Tampaksiring Bali Rancangan Arsitektur Bercorak Nasional

Istana Presiden Tampaksiring Bali Rancangan Arsitektur Bercorak Nasional

Kiriman : I Gede Mugi Raharja (Dosen Prodi Desain Interior FSRD ISI Denpasar)

Abstrak

Istana Presiden Tampaksiring merupakan Istana Presiden yang dibangun pada masa kemerdekaan. Desainnya bercorak Nasional dengan sedikit sentuhan estetika arsitektur tradisional Bali, dirancang oleh arsitek R.M. Soedarsono. Area istana, sebelumnya merupakan pesanggrahan Kerajaan Tampaksiring. Lokasi ini disukai Presiden Sukarno, karena udaranya sejuk. Setelah diijinkan membangun istana, barulah sejak 1957 dibangun Istana Presiden secara bertahap sampai 1963. Bangunan pertama adalah Wisma Merdeka untuk presiden dan keluarga, disusul Gedung Pameran dan Wisma Negara untuk tamu-tamu Negara. Di antara kedua wisma ini dibangun Jembatan Persahabatan yang dibangun di atas celah tebing. Selanjutnya dibangun Wisma Yudhistira untuk para menteri dan pejabat tinggi negara, serta Wisma Bima untuk para pengawal dan petugas keamanan. Terakhir dibangun wantilan atau pendapa. Yang paling menonjol pada Istana Tampaksiring adalah lansekapnya yang luas dapat mengimbangi unit-unit bangunannya yang terpisah-pisah. Rancangan Istana Presiden Tampaksiring juga mempertimbangkan rakyat. Sehingga masyarakat sekitar leluasa melewati istana melalui jalan setapak saat akan mengambil air, mandi atau bersembahyang ke Pura Tirta Empul. Renovasi yang dilakukan pada 2003, dimaksudkan agar Istana Tampaksiring sesuai dengan perkembangan zaman, agar setara dengan hotel berbintang lima.

Kata Kunci: Pesanggrahan, Corak Nasional, Rakyat, Renovasi, Bintang lima.

Selengkapnya dapat unduh disini

No Comments Yet.

Leave a comment