Karakterisasi Tokoh Walunateng Dirah dalam Cerita Calonarang

Karakterisasi Tokoh Walunateng Dirah dalam Cerita Calonarang

Kiriman : Ni Putu Leslyani (Prodi Tari FSP Institut Seni Indonesia Denpasar)

Abstrak

Tokoh Walunateng Dirah adalah salah satu pelaku utama yang terdapat dalam cerita atau lakon Calonarang. Tokoh Walunateng Dirah sering disebut juga dengan nama Rangda Ing Dirah atau Reratuning Leak, dan lebih dikenal dalam seni pertunjukan dengan sebutan Matah Gede. Calonarang termasuk tarian ritual magis yang terkenal di Bali, karena berkaitan dengan ilmu sihir, ilmu hitam, ilmu putih, atau dikenal dengan nama pangiwa/pangleakan. Secara garis bersarnya cerita semi-sejarah yang berasal dari abad ke IX ini mengisahkan perbuatan si janda sakti dan guru ilmu hitam dari Dirah bernama Calonarang atau Walunateng Dirah (janda raja dari Dirah) yang menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa manusia yang tidak berdosa (Dibia, 2007:1). Mendengar dari mulut ke mulut tokoh Walunateng Dirah ini memiliki dua sifat, yaitu antagonis dan protagonis.          Untuk memenuhi tugas ini penulis menggunakan metode kualitatif. Data primer didapat dengan melakukan wawancara, data sekunder didapat dengan mencari buku terkait dengan Calonarang maupun karakter tokoh Walunateng Dirah. Tujuan penulis mengangkat tokoh ini adalah untuk mendeskripsikan sekaligus memahami langsung tokoh Walunateng Dirah. Hasil dari observasi ini menunjukan bahwa tokoh Walunateng Dirah memiliki kesaktian dan sifat yang dapat ia gunakan sesuai situasi dan kondisi tertentu, selain itu cerita Calonarang juga dapat digunakan sebagai sumber dasar penciptaan seni di Bali.

Kata Kunci: Matah Gede, Semi-sejarah, Ilmu hitam, Antagonis-Protagonis.

 

Selengkapnya dapat unduh disini

Comments are closed.