Kartun Kritik di Tahun Politik

Kartun Kritik di Tahun Politik

Kiriman : I Wayan Nuriarta (Dosen Ps. DKV ISI Denpasar)

Abstrak

Politik bermula dari istilah polis (kota) dalam tradisi Athena, yaitu tempat segala sesuatu diputuskan dengan nalar-permusyawaratan, bukan dengan jalan irasional-kekerasan. Aristoteles menggambarkan politik sebagai seni mulia mengelola republik demi kebijakan kolektif. Tahun 2019 disebut sebagai tahun politik, karena dilaksanakannya pemilihan legislatif dan eksekutif secara bersamaan pada 17 April 2019 di Indonesia.Kartun Jawa Pos Minggu, 7 April 2019 hadir sebagai kartun kritik di tahun politik. Kartun ini hadir dengan penggambaran rakyat yang sangsi terhadap kinerja calon legislatif (Caleg). Caleg divisualisasikan dengan bentuk bunglon memakai jas dan berdasi. Sangsi atau keraguan masyarakat selanjutnya mengarah pada pesan untuk tidak memilih wakil rakyat yang hanya memberikan janji-janji tanpa bukti.Kartun ini adalah salah satu bentuk opini kartunis sebagai warga bangsa.Caleg yang tidak memiliki kinerja baik atau rekam jejak yang burukseharusnya tidak dipilih sebagai wakil rakyat. Rakyat harus jeli melihat rekam jejak calon wakil rakyat. Rakyat sebagai pemilih diajak untuk lebih melek informasi terhadap caleg-caleg yang minim prestasi. Tentu harapan ini sejalan juga dengan keinginan masyarakat Indonesia untuk menghadirkan wakil-wakil rakyat yang dapat dipercaya menentukan kebijakan demi kepentingan bersama yaitu masyarakat yang adil dan makmur dalam kemajuan.

Kata Kunci: Politik, Kritik, Caleg, Bunglon, Adil-makmur

Selengkapnya dapat unduh disini

Comments are closed.