KRITIK PADA PEMENTASAN KARYA BEBARONGAN BARU DI BENTARA BUDAYA BALI

KRITIK PADA PEMENTASAN KARYA BEBARONGAN BARU DI BENTARA BUDAYA BALI

Kiriman : I Kadek Agus Cahaya Suputra (Program Studi Seni Program Magister Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar)

Abstrak

Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan tentang kritik pada pementasan karya bebarongan baru di bentara budaya Bali. Gamelan Bebarongan dalam Catur Muni-Muni disebut dengan Semara Ngadeg, adalah barungan madya yang berlaras pelog (lima nada), dipakai mengiringi dramatari Barong Ket. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena pementasan karya bebarongan baru ini memberikan wawasan dalam berkomposisi. Pada akhir pementasan juga terdapat ruang diskusi sehingga para penikmat dapat bertanya langsung kepada komposer karya tersebut Jadi, sangat menarik jika dibahas melalui apresiasi dalam kritik seni. Pagelaran Bebarongan Baru di selenggarakan di Bentara Budaya pada tanggal 25 Oktober 2015 menyajikan komposisi tabuh bebarongan yang di sertai dialog atau diskusi dari penonton dengan komposer tabuh. Dalam acara pagelaran tabuh bebarongan baru ini dipentaskan tiga komposisi tabuh bebarongan yaitu Tabuh Pisan Bebarongan, Bah Ruang dan Sembur Tangi.

Kata Kunci : Kritik, Apresiasi, Bebarongan Baru.

 

Selengkapnya dapat unduh disini

Comments are closed.