KRITIK SENI PADA BENTUK BANGUNAN PURA LANGGAR BUNUTIN BANGLI

KRITIK SENI PADA BENTUK BANGUNAN PURA LANGGAR BUNUTIN BANGLI

Kiriman : A A Istri Novyani Nirmaladewi (Mahasiswa Program Pascasarjana Magister Seni ISI Denpasar)

Abstrak

Keberadaan dan kedatangan umat Islam yang berasal dari berbagai daerah Indonesia di Bali cukup beragam. Orang Islam tersebar dimana-mana, berbaur, bersatu dan bertoleransi serta beralkulturasi. Penelitian Pusat Arkeologi Nasional sejak 1980 sudah terfokus terhadap peninggalan Islam di Bali seperti  makam-makan tua, masjid-masjid tua, naskah-naskah tua, pemukiman Islam, Pusat Kerajaan di Bali, pembauran kebudayaan dan kekerabatan serta lainnya, menunjukkan suatu akulturasi yang baik dan damai. Bentuk akulturasi yang masih terjalin hingga saat ini bisa dilihat melalui perkembangan arsitektur Pura di Bali. Salah satunya adalah Pura Langgar Bunutin. Pura Langgar Bunutin berada di Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.  Pura Langgar Bunutin merupakan salah satu objek Pura di Bangli yang memiliki arsitektur khas dengan percampuran dua budaya Hindu dan Islam. Mengenai sejarah Pura Langgar Bunutin, ada kaitannya dengan sebuah nama Langgar yang mempunyai kemiripan dengan dengan sebuah langgar atau musholla, tempat sembahyang umat muslim. Hal ini menjadi tonggak keterkaitan kebudayaan Islam yang masuk ke wilayah Bali sehingga sedikit banyak mampu mempengaruhi gaya arsitektur dan pernak -pernik pura ini. 

Kata kunci: Pura Langgar, Islam, Musholla, Gaya arsitektur.

 

Selengkapnya dapat unduh disini

Comments are closed.