Memahami Makna Cahaya dalam Kehidupan (Sebuah Renungan dari Pesta Kekesenian Bali 2018)

Memahami Makna Cahaya dalam Kehidupan (Sebuah Renungan dari Pesta Kekesenian Bali 2018)

Kiriman : I Gede Mugi Raharja (Dosen Prodi Desain Interior FSRD ISI Denpasar)

Abstrak

Pesta Kesenian Bali (PKB) 2018 adalah PKB ke-40. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wahana untuk pelestarian, pengembangan dan pembinaan seni, serta penciptaan seni baru. PKB 2018 berlangsung dari 23 Juni hingga 21 Juli 2018, mengangkat tema Teja Dharmaning Kauripan (Api Spirit Penciptaan). Tema ini memiliki makna cahaya dalam kehidupan, ibarat api kekuatan Siwa Nataraja dalam penciptaan dan kemanfaatannya dalam kehidupan. Secara fisik, kehidupan masyarakat sangat tergantung dengan api. Dari aspek rohani, manusia diharapkan bisa mengendalikan api atau energi dalam dirinya. Peranan matahari sudah dikenal sejak peradaban purba. Bahkan, suku bangsa Indian kuno sampai membuat upacara kurban yang mengerikan setiap malam, agar matahari terbit esok harinya. Kebudayaan Mesir kuno juga memuja Dewa Matahari, yang disebut Dewa Ra. Pada kebudayaan Barat nama hari pertamanya disebut Sunday atau Hari matahari, merupakan penghormatan utama kepada Dewa Matahari. Demikian pula pada kebudayaan Bali, hari pertama dalam seminggu disebut Radite, berasal dari Raditya, nama lain dari nama Surya, Dewa Matahari. Dalam mitologinya, Dewa Surya adalah murid dari Dewa Siwa (Mahadewa) yang memiliki kepintaran mirip Mahadewa, sehingga diberi anugerah nama Siwa Raditya oleh Mahadewa. Dewa dalam filsafat Ketuhanan Hindu (Widhi Tatwa), disebut dev sebagai cahaya suci dari Tuhan. Berkat cahaya matahari sebagai sinar suci Tuhan itulah manusia dapat hidup dan menjalani kehidupan, sehingga matahari sangat dibutuhkan oleh semua umat manusia. Pada abad pertengahan, unsur cahaya mulai dimasukkan ke dalam bangunan keagamaan kebudayaan Barat, khususnya pada gereja bergaya Gotik. Konsep cahaya pada gereja Gotik adalah Tuhan yang hadir di dalam ruang sebagai suatu bentuk cahaya, sehingga cahaya dan ruang memiliki sifat ilahi.

Kata Kunci: Energi, Purba, Kurban, Dev, Gotik

Selengkapnya dapat unduh disini

No Comments Yet.

Leave a comment