Perencanaan Pencahayaan Buatan Pada Interior Ruang Kelas

Perencanaan Pencahayaan Buatan Pada Interior Ruang Kelas

Oleh : I Dewa Gede Agung Diasana Putra

Hasil penelitian terhadap penggunaan energi, dalam hal ini listrik pada bangunan gedung menunjukkan bahwa jumlah energi listrik yang dipergunakan untuk keperluan pencahayaan ruangan menempati urutan terbesar kedua setelah sistem tata udara. Sebagaimana diketahui bahwa sumber daya alam untuk membangkitkan listrik adalah terbatas dan suatu saat akan habis. Hal ini menyebabkan harga listrik akan semakin mahal. Oleh karena itu sistem tata cahaya suatu bangunan harus direncanakan dengan baik dengan memperhitungkan usaha-usaha konservasi energi yang dapat dilakukan.

Melihat begitu pentingnya cahaya bagi manusia untuk beraktivitas, maka tidaklah mengherankan jika perencanaan cahaya pada bangunan juga memegang peranan penting bagi keberhasilan fungsi dari bangunan tersebut.

Seorang perencana dalam perencanaan bangunan, selalu mempertimbangkan pencahayaan bagi bangunan yang dirancangnya baik itu pencahayaan alamiah siang hari (sun lighting) maupun perencanaan pencahayaan buatan (artificial lighting ). Pada pencahayaan alamiah siang hari (PASH), sumber cahaya didapat dari sinar matahari sehingga keberadaannya sangat tergantung dari keadaan alam serta posisi suatu daerah di bumi. Sehingga pengendalian pencahayaan alamiah tidak sama antara daerah yang satu dengan daerah lainnya.

Sementara itu pencahayaan buatan tidak terpengaruh oleh perbedaan waktu, tempat, maupun musim. Hal mana tidak didapat pada pencahayaan alamiah. Pada umumnya pencahayaan buatan ini dipergunakan pada saat penerangan alamiah siang hari berada pada kekuatan minimum atau kurang memenuhi syarat. Untuk memenuhi fungsi pencahayaan buatan yang pada umumnya sebagai pencahayaan untuk menutupi kekurangan pencahayaan alamiah siang hari, tentunya setiap perencanaan suatu pencahayaan buatan sangat tergantung dari kondisi perencanaan alamiah siang hari yang ada (walaupun ada beberapa fungsi bangunan yang memang menghindari masuknya pencahayaan alamiah siang hari)

Dengan memperhatikan uraian di atas, perencanaan pencahayaan buatan merupakan suatu usaha untuk mendapatkan suatu desain yang dapat memenuhi kebutuhan cahaya yang sesuai dengan kebutuhan bagi aktivitas manusia dalam suatu ruang sehingga aktivitas yang diwadahi dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Adapun tujuan lainnya dari perencanaan pencahayaan ini adalah pemanfaatan energi yang dipergunakan sesuai dengan kebutuhan sehingga desain pencahayaan yang dihasilkan menghasilkan suatu pencahayaan yang hemat energi.

Usaha yang dilakukan agar pencahayaan hemat energi yaitu dengan memanfaatkan cahaya alamiah seoptimal mungkin. Besarnya cahaya alamiah yang mampu menerangi suatu ruang, waktu suatu cahaya dapat menerangi suatu ruang, serta adanya suatu barang yang peka terhadap sinar matahari merupakan beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam perencanaan pencahayaan buatan yang berpedoman pada perencanaan pencahayaan.

Perencanaan Pencahayaan Buatan Pada Interior Ruang Kelas, selengkapnya.

Comments are closed.