PERMAINAN INSTRUMEN GONG DALAM KARYA I WAYAN SADRA

PERMAINAN INSTRUMEN GONG DALAM KARYA I WAYAN SADRA

Kiriman : I Putu Danika Pryatna (Program Magister Seni Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar)

ABSTRAK

Pada zaman postmodern ini kita mengenal istilah from follow fun yang memiliki arti bentuk mengikuti kesenangan. Teori postmodern ini sangatlah cocok jika dikaitkan dengan ideologi seorang seniman kontemporer. Seniman kontemporer adalah seorang seniman yang menganut paham kebebasan, dimana paham kebebasan tersebut menjadi ideologinya di dalam sebuah proses penciptaan karya seni. I Wayan Sadra adalah seorang seniman kontemporer yang mengantut paham bahwa setiap instrumen musik bisa dimainkan dengan bebas dengan cara melepaskan beban kultur yang melekat padanya. Karya musik Daily yang diciptakannya adalah sebuah karya musik kontemporer yang menganut paham postmodern. Penelitian ini bersifat deskriftif kualitatif, diamana data dari penelitian ini akan diperoleh dengan teknik wawancara, pandangan empiris dan studi pustaka. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah ditemukannya sebuah teori postmodern di dalam karya I Wayan Sadra yang berjudul Daily ini. teori postmodern yang mengemukakan pendapat form follow fun menjadi acuan bagi I Wayan Sadra dalam proses penciptaan karyanya. Karya ini memiliki tiga bagian yaitu bagian pertama yang menggesek lempengan besi, bagian kedua menyeret gong, dan bagian ketiga melempar telur ayam kampung pada lempengan besi panas yang berbentuk kanvas. Dari ketiga bagian musik ini yang paling fenomenal adalah bagian kedua yang menyeret instrumen gong, sehingga banyak seniman-seniman yang mengecam perbuatannya karena melanggar etika dari permianan instrumen gong yang sesungguhnya.

Kata Kunci: Ideologi, Kontemporer, Instrumen Gong, Daily, Menyeret.

 

Selengkapnya dapat unduh disini

Comments are closed.