PUDARNYA ANGGAH UNGGUHING BASA SENI PERTUNJUKAN DRAMATARI BALI

PUDARNYA ANGGAH UNGGUHING BASA SENI PERTUNJUKAN DRAMATARI BALI

Kiriman : I Wayan Budiarsa (Program Pascasarjana Program Studi Seni, Program Doktor ISI Denpasar)

 Abstrak

Pertunjukan dramatari di Bali dalam penyajiannya menggunakan bahasa Kawi dan bahasa Bali.  Tokoh-tokoh utamanya mengunakan bahasa Kawi, sedangkan tokoh-tokoh abdi/punakawan menggunakan bahasa Bali. Kini, sejalan dengan perkembangan zaman seni pertunjukan di Bali beberapa tokoh utama cenderung meninggalkan pakem-pakem dialog tradisi dan lebih mengutamakan adegan yang bersifat hiburan. Adegan dialog yang semestinya serius (saklek) berubah menjadi dialog hiburan yang intinya untuk mengundang tertawa penonton. Berbagai persoalan tersebut setidaknya membuat pudarnya sor singgih basa/anggah ungguhing basa seni pertunjukan dramatari. Tidak hanya dapat kita tonton secara langsung, tetapi telah viral di beberapa media sosial dan menjadi daya tarik tersendiri bagi sang penanggap/masyarakat. Rekaman audio visual yang dapat diakses secara berulang-ulang menjadi suatu tontonan hiburan bagi pengguna media sosial tersebut seperti yang ditayangkan oleh media Youtube. Dapat kita simak beberapa adegan dialog bahasa Kawi dan bahasa Bali tidak ditempatkan dengan semestinya sehingga suasananya menjadi pudar (campah).

Kata kunci: Pudar, Anggah Ungguhing basa, Kawi, Dramatari, Bali.

Selengkapny dapat unduh disini

Comments are closed.