Sarung Androgyny Sebagai Identitas Mode Indonesia

Sarung Androgyny Sebagai Identitas Mode Indonesia

Kiriman : Dewa Made Weda Githapradana (Mahasiswa Program Magister Program Studi Penciptaan Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar)

ABSTRAK

Globalisasi dan postmodernisme lambat laun mengikis pakaian tradisional digantikan dengan trend fashion global yang mengacu pada budaya barat. Globalisasi dan postmodernisme menciptakan suatu konsep paradoks antara budaya lokal dan budaya global. Budaya lokal di satu sisi terancam oleh arus globalisasi, namun di sisi lain globalisasi dapat memberi ruang kepada budaya lokal untuk dikenal secara global. Indonesia merupakan Negara yang kaya akan budaya sebagai sumber kearifan lokal. Sarung merupakan salah satu artifak budaya yang dapat dijadikan sebagai identitas mode Indonesia. Postmodernisme juga memberi ruang terhadap golongan gender yang termarjinalkan untuk menuntut persamaan hak dan mempromosikan gerakan anti diskriminasi. Penciptaan koleksi desain sarung androgyny merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap gerakan kaum minoritas dalam memperjuangkan eksistensinya.  

Penciptaan desain sarung yang disesuaikan dengan perkembangan trend fashion global bertujuan untuk mempromosikan kembali pakaian yang mengandung konteks budaya sebagai cerminan identitas bangsa. Sarung dengan konsep androgyny yang kekinian dapat dipakai baik oleh kaum muda maupun tua, tanpa memandang perbedaan gender pemakainya. Selain itu, konteks membudayakan kegiatan mengenakan sarung dapat meningkatkan produksi tekstil tradisi dalam rangka melestarikan warisan budaya.

Proses kreatif penciptaan menggunakan sepuluh langkah penciptaan desain fashion Frangipani. Proses kreatif meliputi penggalian ide, riset, analisa elemen estetis, pengembangan desain, pembuatan sampel, singularitas produk, promosi, afirmasi branding, hingga bisnis fashion. Produk sarung androgyny merupakan busana unisex yang dapat digunakan baik oleh laki-laki ataupun wanita. Produk desain Urbanomad memiliki nilai estetika eklektik dengan mengawinkan beberapa unsur budaya melalui komposisi elemen desain.

Kata kunci: Tren Fashion, Sarung Androgyny, Identitas Mode Indonesia, Gender.

Selengkapnya dapat unduh disini

No Comments Yet.

Leave a comment