Serat Wedhataya Salah Satu Dasar Estetika Tari Jawa Surakarta

Serat Wedhataya Salah Satu Dasar Estetika Tari Jawa Surakarta

Oleh: Dwiyasmono (Dosen jurusan tari ISI Surakarta)

Manuskrip tentang tari Jawa gaya Surakarta sulit didapat dan dipahami, oleh karena itu diperlukan kejelian untuk membaca maupun menterjemahkan sekaligus mencari manuskrip-manuskrip yang ada di kraton maupun perpustakaan-perpustakaan yang ada di Surakarta. Salah satu manuskrip untuk telaah ini adalah manuskrip Serat Wedhataya. Wujud asli manuskrip itu berupa tulisan Jawa carik yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa yang kemudian dialih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan telaah atau pengkajian dalam mencari makna yang tersurat pada tulisan tersebut.

Hasil telaah yang telah didapat diantaranya adalah bahwa tari merupakan pralambang manusia yang menyadari dalam kehidupan akan hubungan dengan Tuhan sebisa mungkin sampai memahami rasanya. Setelah memahami rasa yang ada pada dirinya kemudian menyembah dengan jalan memohon pada Tuhan, yang kemudian diartikan/dimaknai  sebagai pelajaran yoga. Selain itu juga dapat dimaknai bahwa dalam Serat Wedhataya di dalamnya menunjukkan nama-nama tentang dualisme kehidupan manusia diantaranya baik buruk, benar salah, suka cita dan lain-lain yang dalam penggambaran nyata divisulisasikan pada sebelas tarian yang ada dalam manuskrip Serat Wedhataya tersebut.

Pada Serat Wedhataya juga digambarkan perilaku  manusia yang divisulisasikan dalam bentuk-bentuk sekaran yang ada pada  sebelas tarian tersebut sehingga dalam kehidupan manusia, perilaku-perilaku tersebut menjadi dasar untuk menggolongkan manusia ke dalam empat tatanan/tingkatan yaitu Brahmana, Satria, Waisya dan Sudra.

Pada Serat Wedhataya juga dijelaskan bahwa pertumbuhan hidup manusia dari tingkat remaja (muda) sampai tingkat dewasa mengalami perubahan jiwa, batin, dan emosi yang disertai nafsu-nafsunya dalam proses pendewasaan perilaku maupun jiwanya. Hal ini digambarkan secara jelas pada bentuk-bentuk tarian diantaranya Dhadap Kanoman, berbagai wireng yang kemudian sampai pada bentuk tarian Panji Sepuh.

Serat Wedhataya Salah Satu Dasar Estetika Tari Jawa Surakarta, selengkapnya.

Comments are closed.