Siwa Nada : Ensiklopedi Musik Dunia

Siwa Nada : Ensiklopedi Musik Dunia

Kiriman : Wardizal, S.Sn, M.Si (Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar)

ABSTRAK

Artikel ini merupakan inti sari dari penelitian penulis tentang gamelan Siwa Nada: Sebuah barungan gamelan baru ciptaan I Wayan Sinti. Secara subtantif, hal yang ingin dikemukakan dalam tulisan ini adalah, proses kreatif I Wayan Sinti dalam menciptakan gamelan Siwa Nada; sebuah bentuk barungan gamelan baru yang berfungsi sebagai ensiklopedi musik dunia. Data dan fakta dalam tulisan ini, secara keseluruhan didasarkan pada hasil wawancara yang penulis lakukan dengan I Wayan Sinti sebagai narasumber utama dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa gagasan dan pemikiran I Wayan Sinti dalam menciptakan gamelan Siwa Nada lebih didasarkan kepada proses kreatif inovatif untuk menunjang proses kreativitas dalam berkesenian. Secara subtantif, barungan gamelam Siwa Nada berbentuk bilah dan terbuat dari bambu, kayu dan kerawang. Sinti mempunyai simbol-simbol tersendiri terhadap gamelan Siwa Nada yang diciptakan, baik penamaan instrumen maupun sistem penulisan notasi dan tangga nada.

Kata kunci: Siwa Nada, Ensiklopedi, Musik Dunia 

I. PENDAHULUAN

Pulau Bali yang juga dikenal dengan sebutan pulau seribu pura dengan mayoritas penduduknya menganut agama Hindu Dharma, merupakan sebuah pulau yang kaya dengan aneka ragam seni pertunjukan. Menurut catatan STSI (sekarang ISI) Denpasar, pada awal tahun 1984 tercatat 66 jenis kesenian yang berkembang di Bali.  Berdasarkan pemetaan kesenian yang dilakukan oleh Universitas Udayana dan STSI Denpasar pada tahun 1992, tercatat adanya 5612 kelompok seni pertunjukan diseluruh Bali (Bandem, 1996:62).

Gamelan adalah seni suara instrumental yang sejak tahun 1950-an merupakan bagian dari disiplin ilmu seni karawitan dan dikelompokkan dalam rumpun seni pertunjukan (performing arts). Dari berbagai musik gamelan yang berkembang saat ini, Bali adalah salah satu pulau yang super produktif melakoni budaya gamelan. Menurut buku Prakempa (abad XVIV), di Bali terdapat lebih kurang 26 jenis gamelan dan telah diwarisi secara turun-temurun. Berbagai jenis gamelan yang berkembang di Bali, satu sama lain dapat dibedakan dari ukurannya, disain, bahan, pelarasan (tuning system), fungsi, repertoar, instrumentasi, orkestrasi, dan masing-masing mempunyai pendukung yang berbeda pula. Bahkan jumlah barungan gamelan Bali terus bertambah karena berbagai ekspertis gamelan Bali, seperti I Wayan Berata menciptakan gamelan Semara Dhana, I Nyoman Rembang menciptakan gamelan Bumbang, dan I Wayan Sinti menciptakan gamelan Manika Santi (Asnawa, 2007:28).

Untuk Selengkapnya silahkan unduh disini

Comments are closed.