2011 Gaji PNS Naik 10%

2011 Gaji PNS Naik 10%

JAKARTA (SI) – Kabar gembira bagi para pegawai negeri sipil (PNS) serta anggota TNI dan Polri. Pada 2011,pemerintah berencana menaikkan gaji pokok PNS,TNI,dan Polri sebesar 10%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menuturkan, kenaikan itu dilakukan demi menjaga daya beli pegawai pemerintahan.“ Tahun depan kenaikan gaji sebesar 10%, lebih tinggi dari ekspektasi inflasi 5%,sehingga secara riil lebih tinggi untuk memperbaiki level kesejahteraan PNS,TNI, dan Polri,”kata Sri Mulyani Indrawati di sela-sela musyawarah rencana pembangunan nasional (musrenbangnas) di Jakarta kemarin.
Selain kenaikan gaji,kata Menkeu, PNS,TNI,dan Polri juga akan mendapatkan gaji ke-13 seperti tahun-tahun sebelumnya.Adapun para pensiunan akan mendapatkan pensiunan ke-13.Demi memenuhi kebutuhan pendanaan kebijakan tersebut,pemerintah akan menambah belanja pegawai sebesar Rp81,3 triliun pada 2011. Sri Mulyani menuturkan, kenaikan gaji dan pemberian gaji ke- 13 merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan PNS, TNI, Polri, serta para pensiunan.
“Jadi mohon dimengerti, ini adalah posisi program yang sudah ada, bukan karena akan pilpres atau pilkada.Ini sudah ada dalam lima tahun terakhir,”ujar alumnus Universitas Indonesia (UI) itu. Berdasar data Kementerian Keuangan (Kemenkeu),realisasi anggaran belanja pegawai dalam kurun 2005–2010 naik signifikan. Secara nominal, belanja pegawai pada 2005 mencapai Rp54,254 triliun yang kemudian melonjak hingga menjadi Rp161,7 triliun pada 2010 (lihat infografis).
Kenaikan realisasi belanja pegawai itu antara lain digunakan untuk peningkatan gaji PNS,TNI,dan Polri, serta pemberian gaji ke-13. Menkeu menambahkan,pemerintah juga berencana menambah pegawai baru sebanyak 100.000 orang serta tetap menyediakan anggaran untuk remunerasi kementerian/ lembaga (K/L). Penyediaan anggaran remunerasi ini sebagai bentuk pelaksanaan program reformasi birokrasi.
Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis mengaku belum dapat menggambarkan formulasi anggaran dari sektor belanja pada RAPBN 2011 terkait rencana pemerintah menaikkan gaji PNS, TNI, dan Polri. Menurutnya, rencana kenaikan gaji PNS baru akan dibicarakan pemerintah dan DPR pada pembahasan RAPBN 2011. “Kita lihat bagaimana konstelasi di 2011 nanti, baru akan kelihatan,” katanya. Politikus Partai Golkar ini belum dapat memperkirakan apakah rencana kenaikan gaji PNS 10% sebagai beban anggaran atau tidak.
Badan Anggaran DPR harus terlebih dahulu melihat konteks belanja barang,belanja modal,dan subsidi. “Kalau besarannya nanti melonjak, baru bisa dikatakan membebani,”katanya. Badan Anggaran juga akan melihat besaran asumsi laju inflasi pada 2011.Pasalnya, inflasi dijadikan pegangan dan patokan dasar untuk menyusun anggaran belanja dan pendapatan. “Kalau nanti inflasinya 5%, tapi kenaikan gaji PNS diusulkan 10%,maka yang 5% bisa disebut sebagai bonus atau tambahan.
Kita lihat saja nanti bagaimana,”imbuhnya. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika menilai rencana kenaikan gaji bagi PNS, TNI, dan Polri bukan merupakan kebijakan terobosan pemerintah. Kebijakan itu wajar ditempuh demi mengimbangi laju inflasi.“Kenaikan itu sebagai kompensasi dari inflasi dan ini hal yang wajar seperti halnya penyesuaian upah minimum regional (UMR) bagi buruh setiap tahunnya,” ungkap Erani kepada harian Seputar Indonesia(SI) kemarin.
Namun, menurutnya, besaran persentase kenaikan gaji PNS,TNI, dan Polri juga harus disesuaikan dengan anggaran negara agar tidak terlalu membebani. Sebab, secara kuantitas, PNS yang akan menikmati kebijakan itu cukup banyak.“Ada sekitar 4 juta PNS di seluruh Indonesia, tentu angka kenaikan pasti akan mencapai triliunan rupiah,”katanya. Pada dasarnya, Erani setuju dengan rencana pemerintah itu. Alasannya, sejauh ini penghasilan yang diterima PNS masih sebatas untuk mencukupi kebutuhan saja.
“Hal ini bisa terlihat dari PNS yang berada di jajaran terbawah.Padahal perlu dipahami juga bahwa PNS menginginkan penghasilan sampai level yang lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan,”paparnya. Erani menyarankan agar besaran kenaikan gaji yang diterima PNS tidak dipukul rata. Tiap golongan atau eselon memiliki persentase kenaikan berbeda. (bernadette lilia nova/ wisnoe moerti)

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/320949/38/

Comments are closed.