3 Mahasiswa Ke Thailand dalam Program Student Mobility Credit Transfer- MIT

3 Mahasiswa Ke Thailand dalam Program Student Mobility Credit Transfer- MIT

Program “Student Mobility Credit Transfer- MIT’ merupakan program kerjasama pendidikan cetusan SEAMEO-RIHED yang dilaksanakan oleh 3 negara di Asia Tenggara; Malaysia-Indonesia-Thailand (MIT) sejak 2010 yang melibatkan perguruan tinggi masing-masing negara, yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas peserta didik melalui program pengiriman peserta didik ke perguruan tinggi di tiga negara tersebut diatas. Di Indonesia, program ini dilaksanakan di bawah arahan DITJEN DIKTI, dan diikuti 11 universitas yaitu ISI Denpasar, ISI Surakarta, UI, UAD,UK Maranatha, UBINUS, UNS, UNSRI, IPB, UGM,dan UPI.

 “Tahun 2010, ISI Denpasar mendapatkan 2 quota untuk Thailand, dan mahasiswa terpilih adalah Diana Putra serta Eka Laksana yang menjadi lulusan terbaik MIT tahun 2010. Untuk tahun 2011,ISI Denpasar mendapatkan 5 quota;  3 mahasiswa untuk belajar di Thailand, dan 2 untuk Malaysia.  Hari ini, ISI Denpasar terbangkan Sri Widyaningsih (FSP), AAN.Gde Dhamata A.,Ilutfiatun (FSRD) ke Thailand untuk belajar Bahasa dan Budaya di Thamasat University Thailand selama satu semester. Sedangkan Aryo Agung  dan I Gede Suwidnya sedang dalam proses keberangkatan ke Malaya University,Malaysia,”papar Dewi Yulianti didampingi Dwiyani dan Agus Bratayadnya dari International Office ISI Denpasar.

        Sebelum berangkat, Jumat (29/7) ketiga mahasiswa tersebut diterima Rektor di ruang kerjanya untuk dilepas dan mendapat arahan. “Tahun ini, kami merasa sangat bangga, karena dari 80 beasiswa untuk MIT, ISI Denpasar  mendapatkan 5 quota. Syukur pada Tuhan, dan terima kasih atas kerja kerasnya, sehingga ISI Denpasar berhasil kembali dalam program yang bertujuan menciptakan suasana akademik bernuansa internasional yang kondusif melalui pengalaman pertukaran budaya,untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran baru yang inovatif, mendapat pengalaman internasional,meningkatkan hard skill dan solft skill, serta pemahaman yang lebih baik mengenai perbedaan-perbedaan sosial budaya,”ujar Prof Rai.

Comments are closed.