Artis Nasional Deasy Natalina Belajar Tari Pendet di ISI Denpasar

Artis Nasional Deasy Natalina Belajar Tari Pendet di ISI Denpasar

belajar tari 2Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A.

Foto: I Made Rai Kariasa S.Sos

Denpasar- Penyanyi nasional asal Medan, Sumatra Utara, Deasy Natalina tadi pagi 11 Desember 2013 berkunjung ke ISI Denpasar untuk bertukar pikiran tentang seni budaya dan juga belajar tari Pendet  dalam rangka mempromosikan single lagu berjudul “Frist Love” ciptaan Ade Govinda. Deasy yang bertandang ke ISI Denpasar bersama tim promosinya Cahyo Wibowo diterima oleh Rektor ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. Rektor Arya menyambut baik rencana Deasy untuk belajar tari Pendet di ISI Denpasar untuk melengkapi sajin dalam video klipnya nanti. Rektor juga mengapresiasi dipilihnya tari Pendet dalam kilasan video klip Deasy untuk lebih mempublikasikan bahwa tari Pendet milik Bali, Indonesia.

belajar tari 1Setelah bertemu Rektor Deasy berkesempatan langsung untuk belajar tari Pendet bersama dosen tari ISI Denpasar, A.A. Artati dan I Wayan Sutirtha. Walaupun terlihat masih kaku diawal latihan, berkat kerjakeras pelatih dan semangat Deasy, akhirnya dapat menghasilkan kolaborasi musiknya dengan kemampuannya manari.

Deasy Natalina merupakan penyayi yang berupaya mengkolaborasikan musik pop dengan musik etnik Bali agar nanti dapat menghasilkan karya seni yang spektakuler. Finalis Dreamgirls Indonesia masih merahasiakan rencana hasil karyanya selama berkunjung ke Bali selama tiga hari. Bakat Deasy pada bidang olah vokal sudah terlihat sejak dini, perjuangannya dibidang olah vokal dimulai sejak dia sebagai finalis  Indonesian Idol ke 1. Walaupun langkahnya terhenti saat memasuki tahap grand final, namun ini tidak menurutkan semangatnya untuk berkarirdidunia tarik suara.

Tema lagu milik Deasy dikolaborasikan dengan besutan gitaris Ade Govinda memberikan warna lagu tersendiri untuk single “First Love.” “Semoga First Love dapat menjadi lagu yang menghibur pemirsa tanah air dan mendapat hati para pendengar” ungkap Deasy.

Comments are closed.