ASEAN Setujui Transfer Mahasiswa

ASEAN Setujui Transfer Mahasiswa

JAKARTA (SI) – Negara-negara di kawasan Asia Tenggara sepakat melakukan harmonisasi pendidikan tinggi. Salah satu program utama yang berjalan adalah M-I-T Pilot Project on Promoting Student Mobility in Southeast Asia atau Program Transfer Kredit Mahasiswa Negara ASEAN.
Melalui program ini, mahasiswa yang telah menempuh perkuliahan selama satu semester dapat melanjutkan perkuliahan pada semester berikutnya di perguruan tinggi lain di wilayah ASEAN. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Kemendiknas) Fasli Jalal mengatakan, pada tahap awal program akan mengirimkan 50 mahasiswa Indonesia sebanyak 25 orang ke Thailand dan 25 orang ke Malaysia. Demikian juga dengan Thailand,mereka mengirimkan mahasiswa 25 orang ke Indonesia dan 25 orang ke Malaysia.
“ Malaysia mengirimkan jumlah yang sama separuh ke Thailand dan separuh ke Indonesia,” katanya saat memberikan keterangan pers seusai membuka acara The 4th Meeting of Director General/Secretary Gene ral/Commissioner of Higher Education in Southeast Asian Region di Kemendiknas, Jakarta, kemarin. Difasilitasi SEAMEO RIHED, sebuah institusi yang mengurusi isu-isu terkait pendidikan tinggi di ASEAN, menurut Fasli, program ini melibatkan 11 perguruan tinggi di Indonesia, Thailand, dan Malaysia.
Dia menyebutkan, beberapa universitas di Indonesia yang mengikuti program ini di antaranya Universitas Indonesia,Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada,Institut Seni Indonesia Denpasar, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Kristen Maranatha. Kemudian, lanjut Fasli, universitas di Thailand yang berpartisipasi adalah Prince of Songkla University dan Tamasad University. Program ini juga diikuti enam perguruan tinggi terbaik di Malaysia.
“Program student mobility ini siap menerima mahasiswa dari Eropa, Jepang, Amerika Utara, dan dari Australia,”katanya. Fasli menjelaskan, satu semester perkuliahan akan dihitung sebagai bagian dari total pembelajaran. Dia mencontohkan,mahasiswa yang mengambil kuliah di Universitas Indonesia (UI), yang telah diakui kredit transfernya, lalu melanjutkan ke universitas di Thailand,maka UI mengakui pembelajaran yang diambil di Thailand.“ SKS-nya itu sudah dihitung dengan nilainya sekalian sebagai bagian pembelajaran di UI.Begitu juga yang dari Thailand,”katanya. Sekretaris Jenderal Komisi Pendidikan Tinggi Thailand Sumate Yamnoon mengatakan, kegiatan pengembangan klaster riset dilakukan di antara institusi pendidikan tinggi di ASEAN.
Menurutnya, selama sepuluh tahun terakhir, produktivitas riset di kawasan ASEAN sangat pesat. Dia juga menilai penting adanya publikasi riset dan indeks sitasi. ”Satu penelitian hendaknya dapat disitasi oleh peneliti lainnya,” katanya. (neneng zubaidah)

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/310205/

Comments are closed.