Ayu Saraswati Kaji Estetika Tualen Ke Surga

Ayu Saraswati Kaji Estetika Tualen Ke Surga

Ayu Saraswati yang notabene merupakan mahasiswa Jurusan Pedalangan, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar, pada tahun akademik 2010 ini akan segera menyelesaikan studinya di ISI Denpasar dengan gelar sarjana seni. Kini ayu tengah bersiap untuk mengikuti komprehensif yang digelar pada tanggal 24-25 Mei 2010. Ayu yang kiprahnya sangat popular di dunia music pop Bali tersebut mengkaji skipsi dengan judul ‘Struktur Estetika Tualen Ke Surga’. Menurut yang bernama lengkap Ni Wayan Yuliani Lestari skripsi yang berjudul “Struktur Estetika Tualen Ke Surga” oleh Ida Bagus Alit Argapatra adalah hasil studi terhadap Bentuk, Fungsi, Struktur Estetika dalam pertunjukan Wayang Tualen Ke Surga. Menurutnya dalam pertunjukkan ini terkandung nilai-nilai estetika dan filsafat yang perlu di bedah secara mendalam guna memahami isi pertunjukan tersebut, yang menekankan Tualen sebagai tokoh kontroversial.

Penelitian ini mengangkat tiga pokok permasalahan yaitu : 1) Bagaimana struktur estetika dalam pertunjukan Wayang Kulit Ramayana dengan judul Tualen Ke Surga pertsembahan Ida Bagus Alit Argapatra; 2) Bagaimana bentuk tokoh Tualen dalam pertunjukan wayang kulit Argapatra dengan judul Tualen Ke Surga persembahan Ida Bagus Alit Argapatra; 3) Apa Fungsi tokoh Tualen dalam pertunjukan Wayang Kulit Argapatra dengan judul Tualen Ke Surga persembahan Ida Bagus Alit Argapatra.

Dalam Pembahasan ini digunakan teori estetika untuk mengkaji unsur-unsur estetika dalam pertunjukan Tualen Ke Surga, teori bentuk dan teori fungsional untuk membedah fungsi tokoh Tualen dalam pertunjukan Wayang Kulit Ramayana persembahan Ida Bagus Alit Argapatra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan tehnik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Data diolah memakai tehnik deskriptif. Penyajian hasil penelitian menggunakan panduan penulisan Skripsi Strata Satu (S-1) Institut Seni Indonesia Denpasar.

Pertunjukan Wayang Kulit Ramayana dengan Judul Tualen Ke Surga, dilihat dari fungsinya termasuk seni balih-balihan, jauh dari fungsi religius karena dipentaskan dalam rangka mengisi acara di Pesta Kesenian Bali yang lebih menonjolkan segi hiburannya, Meskipun mengutamakan hiburan akan tetapi di dalamnya banyak terdapat pesan-pesan moral yang disampaikan. Sesuai dengan fungsi pertunjukan wayang yaitu sebagai tuntunan dalam menyelipkan nilai moral, etika dan agama. Yang membuat Ayu tertarik mengambil judul tersebuat karena dilihat dari lakon yang disajikan, Tualen juga berperan sebagai Penyudamalaan (pembersihan) terhadap dunia agar umat manusia dan bumi terhindar dari pengaruh kekuatan negatif. Lakon pertunjukan ini menekankan peranan tokoh Tualen yang dipakai sebagai sarana caru mengingat Tualen sesungguhnya bukan hanya manusia melainkan titisan Dewa Ismaya yang bertugas menjaga dunia dari segala kekotoran dan kebatilan.

Penelitian ini membuktikan bahwa Tualen, merupakan Tokoh yang sakral dan memegang peranan penting dalam pertunjukan wayang, dengan fungsinya sebagai punakawan, penterjemah, penasehat, pengayom dan yang tepenting sebagai peruwat. Pada setiap pembuatan air suci(tirta) tokoh Tualen selalu ada bersama Siwa dan Acintya dengan julukan manusia sudamala . Menurutnya dijaman sekarang ini tokoh Tualen ini jarang ditemui, sehingga membutnya tertarik mengangkat kajian tersebut.

Disinggung mengenai harapannya kedepan jika mampu menyelesaikan pendidikan di ISI Denpasar, selain akan tetap eksis di dunia music dengan renacana membuat konser tunggal yang menyajikan segala kemempuan Ayu, dia pun berencana untuk melanjutkan studi S2.

Comments are closed.