Badan akreditasi perguruan tinggi Asia-Pasifik kunjungi ISI Denpasar

Badan akreditasi perguruan tinggi Asia-Pasifik kunjungi ISI Denpasar

Denpasar (Antaranews Bal)i - Sejumlah pimpinan Badan Akreditasi Perguruan Tinggi di kawasan Asia-Pasifik berkunjung ke Institut Seni Indonesia Denpasar untuk mengetahui sistem pendidikan unggulan di kampus setempat.

"Salah satu agenda mereka (Badan Akreditasi Asia Pasifik-red) itu, setelah bersidang dilanjutkan mengunjungi kampus terbaik di Bali. Kebetulan di Bali ada dua kampus yang akreditasinya A, yakni Universitas Udayana dan ISI Denpasar," kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr Gede Arya Sugiartha, di Denpasar, Selasa.

Kunjungan dari Badan Akreditasi Perguruan Tinggi se-Asia Pasifik ke ISI Denpasar pada Jumat (31/8) lalu, dipimpin langsung oleh Direktur Eksekutif Badan Akreditasi Nasional  Perguruan Tinggi (BAN-PT)  Prof T Basaruddin. Turut hadir pula Sekretaris Dewan Eksekutif BAN-PT Agus Setiabudi, anggota Dewan Eksekutif SM Widiastuti dan Sugiyono.

Sementara dari Badan Akreditasi Perguruan Tinggi asing diantaranya Angela Yung-Chi Hou, Mark Frederiks (European Consortium for Acrreditation in HE), Executive Director of HEEACT beserta tim, dan tim penjaminan mutu dari beberapa perguruan tinggi.

Menurut Prof Arya, mereka yang hadir ingin mengetahui seperti apa sistem pendidikan di ISI Denpasar, penerjemahan visi misi menjadi rencana strategis, kemudian menjadi program tahunan dan implementasi dari program tahunan menjadi sistem pembelajaran yang baik.

Selain itu, perwakilan Badan Akreditasi Perguruan Tinggi di Asia-Pasifik tersebut juga banyak berdiskusi mengenai upaya ISI Denpasar menjalin kerja sama di dalam dan luar negeri, dan KBRI di seluruh dunia, termasuk program bagi mahasiswa asing dan kursus singkat yang disiapkan ISI Denpasar.

"Mereka juga bangga dengan tugas akhir mahasiswa ISI Denpasar yang beberapa tahun terakhir ditampilkan di luar kampus guna mendekatkan diri dengan masyarakat. Tujuan kami sesungguhnya agar kampus tidak saja sebagai penyedia ilmu pengetahuan, tetapi juga mentransfer ilmu dan mempunyai kewajiban ikut memberdayakan masyarakat," ujar Prof Arya didampingi Humas ISI Denpasar Gede Eko Jaya Utama.

Selain mendapatkan sejumlah presentasi dari jajaran ISI Denpasar, rombongan tersebut juga berkesempatan melihat-lihat pusat layanan data dan informasi seni budaya yang menjadi unggulan kampus setempat.

Pusat layanan data itu, merupakan integrasi dari tiga unit pelaksana teknis yakni pusat dokumentasi seni dalam bentuk museum gamelan, lukisan, dan pakaian tari, serta perpustakaan digital dan pusat arsip audiovisual.

"Bahkan dari Taiwan menyatakan cukup tertarik menjalin MoU dengan ISI Denpasar," kata Prof Arya sembari menambahkan bahwa setiap tahun ISI Denpasar memang telah melakukan studi ekskursi ke dalam maupun luar negeri sebagai pembanding diantaranya ke Yogyakarta, Surabaya, Singapura, Jepang dan sebagainya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni ISI Denpasar Prof Dr I Nyoman Artayasa menambahkan,  ISI Denpasar termasuk institusi perguruan tinggi yang unggul di Bali karena selain institusinya yang mengantongi akreditasi A, hampir 80 persen dari program studi yang ada juga menyandang akreditasi A.

"Dari 14 prodi di ISI Denpasar, 11 program studi akreditasinya sudah A. Sedangkan dua prodi lainnya akreditasinya B, serta satu lagi C karena izinnya memang belum lama keluar untuk program S3," ujarnya.
 
Menurut Artayasa, dengan kunjungan tersebut, akan bermanfaat bisa lebih mengenalkan ISI Denpasar ke dunia internasional. "Selain itu, kami juga menjadi tahu, bahwa dengan ISI memperoleh akreditasi A, maka minat dan perhatian dari pihak luar kepada ISI Denpasar juga makin tinggi," ucapnya.

Comments are closed.