Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan ISI Denpasar 2018 Dukung Kemenristekdikti Raih Opini WTP

Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan ISI Denpasar 2018 Dukung Kemenristekdikti Raih Opini WTP

Sebanyak 35 orang yang terdiri dari pejabat pembuat komitmen, bagian perencanaan, anggaran, unit pengadaan, serta operator yang terlibat dalam peyusunan laporan keuangan di lingkungan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Keuagan, Selasa (17/4) kemarin di kampus setempat.

Bimtek yang mengundang narasumber dari DJPB Provinsi Bali dan KPPN Kota Denpasar itu bertujuan meningkatkan pemahaman para pengelola dan pelaksana anggaran di ISI Denpasar dalam upaya mewujudkan penatausahaan keuangan pemerintah yang tertib, efesien, transparan, dan akuntabel menuju ‘God Govermance’ yang bermuara pada target opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Kemenristekdikti. Demikian dikatakan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan ISI Denpasar Dr. Drs. I Gusti Ngurah Seramasara. M. Hum., di sela bimtek.

Seramasara menambahkan, melalui bimtek itu akan tercipta ‘link and match’ antara laporan keuangan dengan pembayaran. “Dalam proses itu lah terjadi transaksi. Transaksi itu yang kami harap harus transparan,” kata pria asal Puri Saba, Gianyar ini. Apa lagi, menurutnya, sistem pelaporan keuangan saat terdapat perbedaan dari sebelumnya, yakni dari segi paradigma perencanaan dan standar akun yang perlu disosialisasikan oleh bagian keuangan, perencanaan dan anggaran di kampus yang terletak di Jalan Nusa Indah itu.

Meski ia menilai sumber daya manusia (SDM) di ISI Denpasar sudah cukup menguasai penyusunan laporan keuangan, namun Seramasara berkomitmen menggelar bimtek maupun pelatihan secara berkelanjutan. “Memang SDM kami di sini latar belakangnya akuntan dan orang ekonomi. Tapi kami terus dorong agar menigkatkan kompetensi melali bimtek dan latihan sehingga semua pihak memahami secara koordinatif mendukung laporan keuangan yang trasparan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Seramasara mengaku, hasil audit di ISI Denpasar selama ini relatif cukup baik alias tidak ada temuan yang fatal. Kesalahan administratif masih mendominasi. “Biasanya kesalahan administrative jadi temuan. Salah ngetik surat tugas dan lain-lain. Kami juga tidak sepelekan urusan ini,” ujar dia yang didampingi Humas I Gde Eko Jaya Utama, SE., MM.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Umum dan Keuangan ISI Denpasar Drs. I Made Raka Mahendra menyebut, pihaknya melibatkan pejabat dan staf terkait dari tingkat fakultas dan institusi. Senada dengan Seramasara, hal ini bertujuan untuk menciptakan laporan keuangan yang efektif, efesien, akuntabel dan transparan.

Comments are closed.