BKS PTSI Siap Gelar FKI VII & Symposium Seni

BKS PTSI Siap Gelar FKI VII & Symposium Seni

BKS PTSI (Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia) yaitu IKJ (Institut Kesenian Jakarta), STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Bandung, ISI (Institut Seni Indonesia) Padangpanjang, ISI Yogjakarta, ISI Surakarta, STKW (Sekolah Tinggi Kesenian  Wilwatikta) Surabaya, serta ISI Denpasar baru-baru ini menggelar rapat bertempat di Ruang Sidang Kampus ISI Denpasar, dengan agenda pembahasan FKI (Festival Kesenian Indonesia) VII, Symposium Seni, serta isu-isu strategis di bidang pendidikan seni di Indonesia.

Rapat yang dihadiri oleh Rektor/Ketua BKS PTSI, Forum Guru Besar dan Empu Seni, serta para Dekan, Pembantu Dekan, serta Humas ISI Denpasar ini diawali dengan sambutan Ketua BKS PTSI, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A, yang dilanjutkan dengan laporan Rektor ISI Surakarta, Prof T.Slamet Suparno mengenai persiapan FKI VII yang mengambil tema “Voice of the Archipelago”. FKI VII akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2011. “FKI yang salah satu tujuannya untuk menumbuhkembangkan apresiasi masyarakat terhadap karya seni serta merangsang kesadaran baru pada pentingnya pendidikan seni dalam upaya menumbuhkan olah rasa dan competitive pride ini telah memasuki persiapan maksimal,”papar Prof Slamet.

FKI VII akan dibuka oleh Menteri Pendidikan Nasional dengan kegiatan meliputi Pertunjukan, Pameran, Festival, Seminar Mahasiswa,Seminar Internasional tentang Vocal, Seminar Internasional tentang Film, Workshop, Pemutaran Film Komunitas,Ngobrol bareng animator, kartunis, dan komikus,serta kegiatan lainnya.

Symposium Seni akan diselenggarakan pada bulan November usai pelaksanaan FKI VII, sebagai bagian dari kesadaran akan pentingnya pendidikan seni dalam upaya menumbuhkan olah rasa dan competitive pride..”Dalam rapat ini juga dibahas tentang pentingnya pendidikan karakter dalam dunia penddikan,dengan nilai-nilai utama: kejujuran, kerja keras, penghargaan,empati terhadap pluralitas, yang didasarkan pada seni dan budaya dalam membangun karakter bangsa,guna melihat wajah pendidikan seni Indonesia secara lebih khusus dan holistic,”papar Prof .Rai ditemui seusai rapat.

Pendidikan karakter bukan lagi hanya berorientasi pada IPTEK (ilmu Pengetahuan dan teknologi) semata,tapi IPTEKS, yakni dengan peranan seni dan budaya yang akan membangun identitas dan karakter bangsa. Nah, saatnya para pelaku pendidikan menggeliatkan seni dan budaya kita sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Comments are closed.