“Ciwa Wesaya” Tebarkan Kebahagiaan Bagi Masyarakat Bungkulan

“Ciwa Wesaya” Tebarkan Kebahagiaan Bagi Masyarakat Bungkulan

Tirta Amerta yang ada di dalam gunung dapat dikeluarkan untuk memberi kebahagiaan bagi umat manusia di dunia. Tirta ini juga menjadi rebutan para Dewa dan Raksasa, yang kemudian membuat perjanjian menuju lautan susu (Ksirarnawa).Dewa Antaboga ditugaskan membelit gunung agar tidak goyang, Bedawang Nala memegang dasar dengan tujuan agar gunung menjadi kuat. Indra berada di puncak gunung Mandara agar gunung tidak terbalik. Para Dewa dan Raksasa memperebutkannya. Ciwa yang lebih dulu bisa mendapatkan dan langsung meminumnya. Namun apa yang terjadi Dewa Ciwa menjadi biru, karena sesungguhnya bukan Tirta Amerta, tetapi racun yang telah diminumnya. Ciwa mendahului mengambil dan meminum racun tersebut agar para Dewa dan Raksasa tidak mati karena meminum racun itu. Demikianlah sekilas cerita pragmentari”Ciwa Wisaya” yang memukau penduduk desa Bungkulan yang memadati jaba Pura Agung Bungkulan pada hari Jumat (16/12) tengah malam hingga dini hari.

Rombongan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar yang dikomandoi langsung oleh Dekan FSP, I Ketut Garwa,S.Sn.,M.Sn. serta 40 orang mahasiswa asing ISI Denpasar  ”ngaturang ayah” di Pura Agung Bungkulan hingga hampir dini hari. Tabuh Gesuri, Goak Macok, Tari Wiranjaya, serta Pragmentari Ciwa Wisaya ditampilakn oleh mahasiswa FSP semester VII, sedangkan mahasiswa asing asal Jepang, Mariko Inui dan Tashiro Cia membawakan tari Margepati.

”Kami atas nama pimpinan, sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh mahasiswa dan dosen ISI Denpasar, yang tetap semangat ”ngayah” saat hari raya seperti ini. Terima kasih yang sangat dalam juga kami haturkan kepada seluruh masyarakat Bungkulan yang telah memberi kesempatan kepada kampus ISI Denpasar untuk ”ngayah”, serta sambutan yang begitu baik dari masyarakat Bungkulan. Kegiatan ngayah kali ini adalah juga wujud rasa hormat kami kepada Alm.Drs.IGB Nyoman Panji, guru kami yang sangat luar biasa,”ujar Prof Rai didampingi seniman dan budayawan asal Bungkulan,Drs. IGB Sudhiyatmaka Sugriwa,M.M., yang juga sangat berterima kasih dan bangga kepada ISI Denpasar yang telah bersedia ”ngayah” di pura Agung Bungkulan.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Comments are closed.