Dari Gelar Wawancara Bersama BBIP

Dari Gelar Wawancara Bersama BBIP

Kiriman Nyoman Dewi Pebriyani., Staf Dosen PS. Desain Interior.

Bertempat di Ruang Sidang Gedung Rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, hari Senin (11/6) diadakan wawancara atau interview pada beberapa dosen yang akan melamar sebagai calon dosen pengajar bahasa Indonesia dan Seni di Australia bagian barat atau Western Australia. Perwakilan dari Konjen Indonesia di Perth, Bapak Syahri Sadikin, beserta direktur Balai Bahasa Indonesia-Perth (BBIP), Ibu Karen, berkunjung ke ISI Denpasar dengan tujuan untuk menjaring kandidat yang akan mengikuti program "Artist in Residence” di beberapa sekolahan di Australia bagian barat.

Sebelum kegiatan wawancara dimulai, diadakan pertemuan atau briefing mengenai program yang akan digelar, bapak Syahri Sadikin menjelaskan kepada kandidat bahwa program ini dilaksanakan selama 10 minggu dan diakhir kegiatan akan diadakan pertunjukkan maupun pameran. Ibu Karen selaku direktur BBIP mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan berlangsung terus menerus selama kurang lebih 2 tahun yang terbagi dalam 6 kali pengiriman dan masing-masing pengiriman selama 10 minggu. Beliau juga mengungkapkan hal ini sebagai tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani bersama ISI Denpasar beberapa waktu yang lalu.

Usai pemaparan mengenai latar belakang program serta tanya jawab dengan peserta, akhirnya acara interview dimulai, dimana setiap kandidat di interview sendiri-sendiri langsung oleh ibu Karen dan bapak Syahri. Untuk menguatkan alasan mengapa para kandidat bersedia mengikuti program ini, bapak Syahri mencetuskan ide agar para kandidat menuliskan essay sebanyak kurang lebih 500 kata yang akan dikumpulkan diakhir acara interview.

Proses kegiatan ini di tanggapi positif oleh Rektor ISI Denpasar, “ saya sangat bangga karena antusiasme jumlah pendaftar yang mengikuti program ini sangat banyak dan mereka memiliki latar belakang bahasa yang baik, dalam proses ini saya samasekali tidak turut campur tangan, saya menyerahkan sepenuhnya mengenai hasil kepada interviewer”, ungkap Prof. Rai.

Walaupun berlangsung lama dan antri, namun para kandidat tetap bersemangat mengikuti proses yang telah ditentukan. “Besar harapan agar dapat diterima mengikuti program ini, walaupun dengan tulisan essay yang apa adanya, karena tanpa disiapkan sebelumnya”, ungkap salah satu peserta.

 

Comments are closed.