Dari Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ISI Denpasar

Dari Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ISI Denpasar

Bangkitkan Kembali Kejayaan Karawitan di Banjar Tegal, Buleleng

Jelang perayaan  Hari Raya Galungan, salah satu dosen Jurusan Karawitan ISI Denpasar, I Nyoman Karyasa, S.Sn., melakukan pengabdian kepada masyarakat di Sanggar Karawitan Gita Giri Kencana, Kelurahan Banjar Tegal, Kabupaten Buleleng. Sanggar Karawitan ini adalah salah satu sanggar yang ada di Buleleng, memiliki misi untuk melestarikan keberadaan gamelan gong pacek. Keberadaan gong pacek milik keluarga Nengah Gunung (Alm) ini sudah ada sekitar tahun 40an. Namun selama beberapa kurun waktu, dari generasi ke generasi, gamelan gong ini sempat mengalami kevakuman. Pemanfaatan seperangkat gamelan gong pacek ini tidak maksimal. Kemudian dengan tujuan mulia yaitu membangun dan melestarikan seni budaya karawitan (gong pacek), khususnya di Kelurahan Banjar Tegal, dan Bali umumnya, maka pihak keluarga berusaha membangkitkan kembali keberadaan gong tersebut, dengan memperbaiki seperangkat gambelan gong pacek. Hingga pembentukan Sanggar Karawitan Gita Giri Kencana, pada tanggal 13 Oktober 2006 silam. Selama kurun waktu tersebut sanggar ini telah memiliki anggota berjumlah sekitar 30 orang. Mereka sebagian besar telah berusia lanjut, dengan latar belakang pensiunan PNS, wiraswasta, petani serta warga di lingkungan Banjar Tegal, Buleleng.

Dengan sifat kegotong-royongan dan berfungsi sosial, sanggar ini berusaha bertahan ditengah arus globalisasi yang terus beredar. Untuk turut melestarikan tetabuhan gending klasik Buleleng, sanggar ini berupaya memainkan tetabuhan tersebut dalam setiap ajang pementasan. Namun guna memberikan motivasi kepada anggota sekaa, serta menambah perbendaharaan kasanah gending-gending , maka sekaa gong ini perlu mendapat pembinaan dari institusi yang berkempeten dibidang seni karawitan.

Dalam pertemuan pertama yang berlangsung pada tanggal 7 Mei 2010, adalah sebagai bentuk perkenalan antara Pembina (I Nyoman Kariyasa) dengan lingkungan binaan.  Dalam pertemuan yang dihadiri Lurah Banjar Tegal, Kelian Adat Banjar Tegal, salah satu anggota pemilik gong, para anggota sanggar  serta para generasi muda Banjar Tegal. Dalam pertemuan singkat tersebut Lurah Banjar Tegal, Putu Swastika mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kesempatan yang diberikan untuk dapat melakukan pembinaan di Kelurahan Banjar Tegal. Hal senada juga diungkapkan Kelian Adat Banjar Tegal, Jro Mangku Putu Santra, pihaknya mengungkapkan lewat moment ini, besar harapan dapat mempersatukan warga Banjar Tegal baik tua, muda hingga anak-anak untuk berkarya lewat seni. Apalagi moment ini juga dijadikan untuk membangkitkan kejayaan sanggar yang ada di Banjar Tegal. Dimana sejarah masa lampau, pada tahun 60an mencatat bahwa sanggar yang ada di Banjar Tegal sangat jaya dan terkenal karena sanggar ini selalu menjadi pesanan saat masa-masa pemerintahan Presiden Sukarno. Sehingga lewat pengabdian masyarakat oleh ISI Denpasar ini dapat menjadi titik awal kebangkitan karawitan di Banjar Tegal serta memberikan tongkat estafet kepada generasi penerus, untuk melestarikan gending-gending khas yang telah diwarisi.

Sementara I Nyoman Kariyasa akan berusaha untuk mentranfer ilmu yang dimiliki kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan. Semoga apa yang menjadi tujuan dan harapan dapat terwujud. Pengabdian akan berlangsung selama 3 bulan, dan awal latihan dimulai pada tanggal 14 Mei 2010.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.