Dari Ngayah di Tiga Pura: ISI Denpasar Adalah Milik Masyarakat

Dari Ngayah di Tiga Pura: ISI Denpasar Adalah Milik Masyarakat

Kiriman: Nyoman Lia Susanthi (Dosen Jurusan Pedalangan ISI Denpasar)

Gianyar-Keberadaan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, sebagai lembaga pendidikan seni, tidak hanya memiliki tujuan untuk menghasilkan sarjana seni, tapi juga berperan penting mengaplikasikan seni di tengah-tengah masyarakat. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan ISI Denpasar untuk mendekatkan diri dengan masyarakat adalah melakukan kegiatan ngayah. Pada tanggal 18 September 2012, ISI Denpasar ngayah di tiga tempat sekaligus. Pertama rombongan ISI Denpasar yang terdiri dari dosen, pegawai, dan mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan (FSP), ngaturang ayah di Pura Pujut Gempel, Desa Kusamba Kelungkung, dalam rangka Upacara Ngenteg Linggih Karya Pedudusan Agung. Rombongan seniman tari, karawitan dan pedalangan ini berbaur di areal pura. Mahasiswa dan dosen karawitan menabuh Gamelan Gong Kebyar untuk mengiringi Tari Rejang Dewa, Baris Gede, dan Tari Topeng.

Kegiatan ngayah selanjutnya adalah di Panti Asuhan Dharma Jati yang bertempat di Desa Bakas Klungkung. Pada kesempatan tersebut Wayan Nika sebagai pemilik panti sangat senang dan terharu atas kesediaan ISI Denpasar secara tulus iklas ngaturang ayah di panti asuhan. Hal senada juga disampaikan pengelola Yayasan Panti Asuhan Dharma Jati, Wayan Wendra. “Kami menghaturkan terimakasih kepada ISI Denpasar atas bantuannya, dan kami senang karena ini harapan kami, ISI Denpasar menyatu dengan masyarakat” ungkap Wayan Wendra.

Pada malam harinya, rombongan ISI Denpasar juga ngaturang ayah di Pura Dalem Ubud Gianyar dalam rangka upacara piodalan serta mlaspas topeng Sidakarya. Alunan tabuh Gamelan Gong Gede yang ditampilkan ISI Denpasar menambah suasana religius di Pura Dalem Ubud yang terlihat sangat megah dan terawat. Gamelan Gong Gede yang dibawakan oleh mahasiswa serta para dosen Karawitan mengiringi tari Rejang Dewa, Baris Gede serta Tari Topeng. Kekaguman masyarakat sangat tampak saat ISI menampilkan beberapa tabuh lelambatan serta tari-tarian. Karena menurut Koordinator Panitian Bidang Kesenian, Nyoman Aryawan, S.Sn, yang juga alumnus ISI, menyampaikan kekaguman atas ayah-ayahan yang ditampilkan ISI, karena mereka baru pertama kali menyaksikan indahnya gamelan Gong Gede mengiringi setiap nafas dari rentetan upacara. “Tokoh masyarakat, pemangku dan masyarakat senang dan bangga ISI Denpasar dapat tampil di sini, apalagi Gong Gede tumben bagi mereka dipentaskan di sini” ungkap Nyoman Aryawan. Hal tersebut juga dikuatkan oleh Kelian Desa Ubud kaja, Nyoman Ada. Usai kegiatan ngayah, pihaknya menyampaikan terima kasih atas acara ngayah dari ISI Denpasar. Penampilan Gong Gede, Baris Gede, Rejang dan Topeng serta iringan kidung dari ISI menambah khidmat dan megahnya suasana upacara.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A. yang selalu berupaya hadir pada setiap kegiatan ngayah menyampaikan, secara filosofi talenta di bidang seni yang telah diberikan, sudah selayaknya kita menghaturkannya kembali kepada-Nya lewat ngaturang ayah dengan seni. Selain itu ngayah ini juga sebagai gambaran untuk masyarakat bahwa ISI ini adalah milik masyarakat, selain itu mahasiswa pun dapat diberi pengalaman dan berinteraksi dengan lingkungan setempat. “Saya tak henti-hentinya bersujud syukur kepada-Nya, karena ISI dapat ngaturang ayah pada piodalan di beberapa pura ini, serta terima kasih kepada panita karya yang telah mempercayakan kepada kami, dan juga seluruh dosen, dan mahasiswa yang tak kenal lelah dalam setiap kegiatan ngayah, untuk memohon keselamatan bersama,”ujar Prof. Rai .

Sementara Ida Ayu Wimba Ruspawati dan Ketut Yuliasih sebagai koordinator Ajang Gelar ISI menambahkan bahwa hampir seluruh mahasiswa dari Jurusan Tari, Karawitan dan Pedalangan, terlibat dalam kegiatan ngayah ini.

 

Comments are closed.