Dari Seminar Internasional Pimnas Kolaborasi Universitas dan Industri Masih Macet

Dari Seminar Internasional Pimnas Kolaborasi Universitas dan Industri Masih Macet

Denpasar, Pekan Ilmah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-23 di Unmas tak hanya menampilkan lomba PKM antarmahasiswa, juga menggelar seminar internasional bertema Developing creativity to build self-reliance (membangun kreativitas untuk kemandirian), Kamis (22/7) kemarin.
Tampil sebagai keynote speaker mantan Dirjen Dikti Prof. Satrio Sumantri Brojonegoro, Ian Falk dari Charles Darwin University tentang penelitian terbaik untuk kreativitas serta Kevin Thompson dari Florida Univeristsy, USA tentang persepsi budaya untuk mengetahui kreativitas masyarakat. Sementara di panel diskusi menampilkan pembicara Dr. Nyoman Suparsa dan Dr. I Gede Suartika.
Rektor Unmas Tjok. Istri Sri Ramaswati, S.H., M.M. sangat senang kerja sama dengan Charles Darwin University dan Florida bisa berlanjut. Seminar ini sebagai kegiatan pendukung Pimnas sangat penting menumbuhkan kreativitas di kalangan mahasiswa. Lewat kreativitas, kita bisa membangun kemandirian.
Direktur DP2M Prof. Suryo Apsoro Tri Utomo menilai seminar ini sangat strategis dalam menghubungkan kreativitas dan industri. Dengan kreativitas kita bisa mandiri dalam ekonomi. Serangkaian Pimnas, Apsoro juga mengadakan sarasehan dengan pembantu rektor III/direktur kemahasiswaan se-Indonesia dan stadium general soal kewirausahaan dan kreativitas.
Satrio Sumantri menekankan kreativitas erat kaitannya dengan keterampilan dan soft skill. Untuk itu diperlukan kreativitas dan kolaborasi dunia kampus (universitas) dan industri. Ia mengatakan kolaborasi ini agak macet lantaran dunia industri kita belum berkembang dengan baik alias kepayahan. Sementara kampus kita sibuk dengan urusan akademik. Idealnya kalangan industri menggunakan keahlian kampus, dan universitas memanfaatkan kecanggihan industri. Industri pun harus berani mendanai penelitian kampus.
Ditanya seberapa jauh industri merespons hasil PKM mahasiswa, Satrio mengatakan sangat kecil. Inilah yang ia katakan dunia industri dan kampus masih saling menunggu. Padahal kolaborasi ini menumbuhkan kemandirian bangsa.
Sementara Ian Falk memaparkan, penelitian yang baik adalah penelitian yang etis dan diterapkan di mana saja. Di antaranya menggunakan kerangka kerja etika dan evaluatif.
Di kampus Unmas, Kamis kemarin, masih berlangsung lomba Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk semua kategori. Di halaman SMA Saraswati diadakan pameran perguruan tinggi dan produk kerajinan. (025)

Sumber: http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=39157

Comments are closed.