Dari Serah Terima Aset: 2013 Kemendikbud Segera Resmikan ISBI Tanah Papua

Dari Serah Terima Aset: 2013 Kemendikbud Segera Resmikan ISBI Tanah Papua

(Ki-ka) Kadistikpora Papua- James Modouw, Rektor ISI Denpasar-Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., Gubernur Papua-drh. Constant Karma, Mendikbud-Prof. Dr. Ir Muhammad Nuh, DEA., Ketua DPD RI- La Ode, Dirjen Dikti-Prof. Dr. Ir Djoko Santoso, M.Sc., Budayawan Papua-Don A Flasy, M.A., Ketua Panitia Pendirian ISBI Tanah Papua-Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum.

(Ki-ka) Kadistikpora Papua- James Modouw, Rektor ISI Denpasar-Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., Gubernur Papua-drh. Constant Karma, Mendikbud-Prof. Dr. Ir Muhammad Nuh, DEA., Ketua DPD RI- La Ode, Dirjen Dikti-Prof. Dr. Ir Djoko Santoso, M.Sc., Budayawan Papua-Don A Flasy, M.A., Ketua Panitia Pendirian ISBI Tanah Papua-Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum.

Kiriman: Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A. (Dosen PS. Pedalangan).

Jakarta-Kerja keras panitia pendirian Institut Seni dan Budaya (ISBI) Tanah Papua yang dimotori oleh ISI Denpasar berbuah manis. Setelah kurang lebih setahun menggodok rancangan untuk mendirikan ISBI di Papua, akhirnya tahun 2013 ISBI Tanah Papua akan segera diresmikan, yang diawali dengan serah terima aset dari Pemerintah Provinsi Papua kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), hari Kamis (3/1) di Gedung D Kemdikbud, Jakarta. Pemerintah Provinsi Papua melakukan serah terima aset dengan penandatanganan berita acara serah terima aset yang dilakukan antara Pejabat Gubernur Provinsi Papua, drh. Constant Karma dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc.

Menurut Dirjen Dikti, penyerahan aset untuk ISBI Tanah Papua adalah tahapan akhir sebelum masuk proses peresmian pendirian ISBI. Prof. Djoko Santoso menegaskan bahwa kita sudah memiliki UU Pendidikan Tinggi sehingga sudah menjadi tugas kita untuk mengimplementasikannya. Salah satunya mengamatkan bahwa budaya merupakan landasan penting bagi bangasa. "Pendirian ISBI Papua ini nampaknya yang tercepat, karena yang di Kalimantan dan Aceh belum, Pak" lapor Prof. Djoko Santoso kepada Mendikbud. Dengan semangat Dirjen Dikti menyatakan bahwa ISI Denpasar-lah yang memiliki peran dalam membantu pendirian ISBI Tanah Papua.

Pejabat Gubernur Papua, drh. Constant Karma tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya lewat ungkapan terimakasih kepada Rektor ISI Denpasar beserta timnya, Mendikbud, Dirjen dan semua pihak yang mendukung pendirian ISBI Tanah Papua. ISBI Tanah Papua adalah impian lama warga Papua, karena di Papua terdapat 300-an suku, sehingga bagaimana nilai-nilai tersebut dapat digunakan untuk membangun kesejahteraan Papua lewat ISBI.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA sangat mendorong pendirian ISBI ini. Filosofi lulusan seni dan budaya adalah diversity, maka kita harus menghargai menghormati, mengkonservasi, mempromosikan mengembangkan tradisi, budaya, nilai, kebiasaan dan adat -istiadat yang ada di daerah, karena ini adalah kekayaan yang luar biasa. "Sudah menjadi tugas pemerintah melakukan konservasi, mengembangkan hingga seni dan budaya menjadi faktor penentu peningkatan kesejahteraan masyarakat" ujar Prof. M. Nuh. Dalam sambutannya Prof. M. Nuh tampak tidak sabar untuk segera meresmikan ISBI Tanah Papua tahun 2013, yang nantinya akan dibarengi dengan acara syukuran karena noken (tas suku Papua) menjadi  warisan budaya dunia Unesco, serta berencana menyerahkan mobil bioskop keliling untuk membuka wawasan masyarakat Papua lewat film. "Untuk membangun Papua harus menggunakan pendekatan yang sifatnya kemanusiaan dan kesejahteraan, Kementrian sangat serius untuk mengambil peran untuk pembangunan Papua yang menitik beratkan pada SDM Papua sendiri" tambah Prof. M. Nuh.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A yang turut menandatangani berita acara sebagai saksi menyatakan atas nama tim panitia Pendirian ISBI Tanah Papua menyampaikan terima kasih yang setinggi-tinggi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Dikti atas kepercayaannya kepada ISI Denpasar, dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemerintah Provinsi Papua, warga Papua dan seluruh pihak yang membantu proses pendirian ISBI. Rektor ISI Denpasar yang pada kesempatan tersebut didampingi oleh Ketua Tim Pendirian ISBI Tanah Papua, Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. menegaskan bahwa “Dengan pendekatan dari hati ke hati, kami berharap ISBI Tanah Papua dapat sebagai perekat bangsa” ujar Prof. Rai.

Comments are closed.