Dasar-Dasar Desain Interior Pelayanan Umum II

Dasar-Dasar Desain Interior Pelayanan Umum II

Oleh: Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn (Dosen PS Desain Interior)

Utilitas Ruang

  1. Sistem Pencahayaan adalah bagaimana kita bisa membuat benda-benda dalam ruang agar dapat tampak atau terlihat, sedang mengenai suasana (mood) tergantung dari fungsi ruang.Pencahayaan terbagi atas dua bagian yaitu :

1)      Pencahayaan alami; cahaya alam yang dimanfaatkan dalam perancangan ruang dalam adalah sinar matahari. Pencahayaan alami didapat dari bukaan pintu dan jendela. Jendela tinggi dapat memberi cahaya baik hingga kebagian dalam ruangan. Jendela memanjang horisontal memberikan penyebaran cahaya dengan baik ke arah samping terutama dekat jendela itu sendiri.

2)      Pencahayaan buatan; pencahayaan yang dibuat  oleh manusia, seperti cahaya lilin dan cahaya lampu listrik. Cahaya buatan mempunyai dua fungsi yakni:

a)      sebagai sumber penerangan

b)      sebagai aksen, yang dapat memberikan keindahan pada ruang.

Penerangan dalam ruang bangunan setidak-tidaknya harus memenuhi dua kebutuhan yaitu cukup secara kuantitas dan bagus secara kualitas. Secara kuantitas, kadar terang yang dihasilkan oleh penerangan tersebut harus membantu penuh berlangsungnya aktivitas dalam ruangan. Secara kualitas, cahaya yang dihasilkan harus mampu menciptakan kenyamanan ruang seperti: (1) Tidak menyilaukan mata. (2) Mempercantik kesan ruang. (3) Menciptakan aksen-aksen tertentu. (4) Sesuai dengan fungsi yang berlangsung.

Cahaya (lighting); factor penting lain dalam aspek visual. Cahaya yang penuh menambah kecerahan dan meningkatkan tingkat energi. Penempatan lampu secara tepat akan memberi efek tertentu, misalnya efek sejuk meski terang. Penataan cahaya yang tepat juga membuat warna menjadi sedikit berubah dari aslinya. Hal ini diperlukan untuk bagian-bagian tertentu dalam gerai. Ukuran dan bentuk adalah faktor lain dalam aspek visual. (Ma’ruf, 2005 : 207).

Dasar Dasar Desain Interior Pelayanan Umum II selengkapnya

Comments are closed.