Decak Kagum Pada Penampilan Cak Cupak

Decak Kagum Pada Penampilan Cak Cupak

Hasrat Putri Raja Wiranantaja dari Kediri, Raden Galuh Laksmi  untuk mendapatkan suami dan sekaligus calon raja menggugah Cupak, si buruk rupa menikahi sang putri dan dinobatkan sebagai raja Kediri, setelah ia membohongi adiknya sendiri bernama Grantang yang sesungguhnya mengalahkan raksasa Manuru. Penolakan Raden Galuh Laksmi terhadap cinta Cupak menyebabkan Prabu Wiranantaja mengadakan sayembara perang untuk menyeleksi calon raja dan suami bagi putrinya. Demikianlah sekilas kisah “Cak Cupak” yang ditampilkan ISI Denpasar pada hari kedua (15/10) Festival Kesenian Indonesia (FKI) VII di Gedung Teater Besar ISI Surakarta yang menuai decak kagum penonton yang memenuhi gedung tersebut.

FKI yang didukung oleh BKS-PTSI (Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Seni Indonesia) yang beranggotakan IKJ (Institut Kesenian Jakarta), ISI(Institut Seni Indonesia) Denpasar,ISI Surakarta, ISI Jogjakarta, ISI Padangpanjang, STSI Bandung,dan STKW Surabaya diawali dengan Seminar Internasional Tentang Vocal bertempat di Gedung Teater Besar ISI Surakarta dimana Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A. menjadi salah satu pembicara, selain Edward Herbest dan pembicara luar negri lainnya.

Selain itu, Seminar Internasional Tentang Film, Seminar Mahasiswa, juga digelar serentak pada hari pertama tersebut. Pada malam hari, acara pembukaan FKI VII digelar di Gedung Pendopo ISI Surakarta yang dihadiri oleh Dirjen Dikti, Ketua Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni, serta Rektor-Rektor Perguruan Tinggi Seni Indonesia, Rektor PT di Surakarta,serta undangan lainnya. Gong Gede ISI Denpasar tampil di dalam acara pembukaan tersebut. Selain itu ISI Denpasar juga menggelar pameran lukisan yang melibatkan perupa-perupa handal ISI Denpasar. “Terima kasih pada Tuhan, FKI VII telah terlaksana dengan sukses.Hal ini tidak terlepas dari kerja keras semua pihak, dan juga seluruh anggota BKS-PTSI. Festival Kesenian Indonesia menjadi ajang pelestarian seni budaya Indonesia. Dengan penanaman seni budaya di setiap insan Indonesia kita akan dapat  meningkatkan karakter bangsa Indonesia tercinta ini”papar Prof Rai didampingi PR IV, I Wayan Suweca.

Pada acara penutupan 16/10 malam, Prof.Rai sebagai Ketua BKS-PTSI 2009-2011 menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Rektor ISI Surakarta, sesuai hasil rapat BKS-PTSI (15/10), dan pelaksanaan FKI VIII 2013 akan dilaksanakan di ISI Jogjakarta.

Comments are closed.