Desain Interior Spa Sapana Di Ubud Dengan Konsep Melukat

Desain Interior Spa Sapana Di Ubud Dengan Konsep Melukat

Oleh: Ida Ayu Dyah Maharani, I Kadek Dwi Noorwatha, dan I Nyoman Adi Tiaga

Penelitian Dibiayai Dari Dana DIPA ISI Denpasar 2009

Ringkasan

Perkembangan kehidupan terutama di perkotaan kini dituntut untuk semakin aktif dalam bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup.  Akibat disibukkan oleh berbagai pekerjaan, rasa lelah dan jenuh semakin sering dirasakan.  Sebagai salah satu upaya untuk menetralisir permasalahan tersebut, berbagai upaya dilakukan.  Diantaranya mencari hal-hal yang dianggap menarik, santai, fresh dan bisa menghibur, dengan harapan dapat mengembalikan energi dan semangat baru untuk dapat melanjutkan pekerjaan dan kegiatan pada hari-hari berikutnya.  Salah satu kegiatan atau tempat yang bisa dijadikan pilihan adalah dengan melakukan perawatan tubuh di spa.  Perawatan tubuh seperti ini bahkan telah menjadi gaya hidup, terutama bagi kaum wanita yang selalu aktif dalam pekerjaan dan kesibukannya dalam kesehariannya.  Hal inilah yang melatarbelakangi perkembangan munculnya spa-spa khususnya di kota-kota besar, termasuk di pulau Bali.

Pemilihan konsep hendaknya selalu berhubungan dengan sifat dan tujuan dari aktivitas yang diwadahi suatu ruang interior yang akan didesain.  Sesuai dengan konsep yang digunakan dalam desain ini, yaitu melukat, maka pelayanan yang ditawarkan adalah pelayanan perawatan dari ujung rambut hingga ujung kepala.  Karena dalam melukat, pembersihan diri secara fisik yang dilakukan adalah keseluruhan badan dengan mengguyur atau merendam badan secara keseluruhan, walaupun sebenarnya pembersihan yang dilakukan adalah demi mensucian secara rohani.  Selain pembersihan diri secara fisik, maka spa ini juga akan menawarkan pembersihan diri secara rohani.  Sehingga dalam desainnya akan ditempatkan suatu sonasi khusus untuk tempat beryoga dan bermeditasi.

Spa Sapana dengan konsep melukat ini mengambil lokasi di lahan Restauran Bridge Café di kecamatan Ubud – Gianyar.  Atau dengan kata lain merupakan pengalihfungsian lahan yang semula merupakan lokasi restauran (café) menjadi lokasi bangunan spa yang menjadi obyek penciptaan.  Lokasi ini dipilih karena mudah dijangkau, dekat dengan sumber air (sungai Campuhan) yang notabene sesuai dengan konsep melukat yang selalu menggunakan air sebagai media mensucikan diri, dan juga masih dikelilingi areal tebing dan persawahan yang bisa menjadi potensi untuk dimanfaatkan.

Metode atau proses penciptaan desain interior spa ini tentu disamakan dengan proses desain, dengan menggunakan metode glass box yaitu cara menganalisa data secara sistematik untuk kemudian diwujudkan dalam bentuk desain.  Jadi, desainer berfikir seperti komputer tapi bukan sebagai mesin komputer.  Sedangkan sisi kreatif imajinatif dengan berbagai lompatan emosional menggunakan metode black box.  Sedangkan terdapat beberapa tahapan yang dilalui dalam mendesain spa Sapana ini yaitu pre design, design dan post design.

Ketika mendesain lay out interior yang sesuai dengan tuntutan aktivitas spa Sapana dilakukan dengan mengelompokkan jenis pelayanan, aktivitas, sifat ruang, hubungan ruang dan organisasi ruang yang merupakan satu bagian runtutan aktivitas pelayanan sehingga bisa lebih terorganisir.  Pada denah bagian depan sebagai area yang menawarkan pelayanan perawatan seputar kepala, denah bagian tengah adalah area yang menawarkan pelayanan perawatan seputar tubuh dan denah bagian belakang adalah area penyegaran jiwa.  Selain itu ruang interior juga harus dapat menampung segala kebutuhan dan kegiatan pelaku aktivitas yang sesuai dengan fungsinya sebagai spa dapat dilakukan dengan mengatur besaran ruangnya yang sesuai dengan jumlah civitas, jenis aktivitas, sonasi dan sirkulasi yang terjadi di dalamnya.  Urut-urutan pembagian ruang dari ruangan yang bersifat publik sampai dengan yang bersifat privat didesain untuk mendapatkan sistem pelayanan yang optimal.

Kata kunci : spa, melukat, segar jiwa & raga

Comments are closed.