Di Desa Tista, ISI Denpasar Mainkan Gamelan 2 Abad

Di Desa Tista, ISI Denpasar Mainkan Gamelan 2 Abad

Setelah menempuh perjalanan selama hampir 3 jam, rombongan ISI Denpasar tiba di Pura Maksan Salak Desa Tista Karangasem, Sabtu (15/1). Di pura yang memiliki 301 pengempon ini, dosen dan mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI disambut hangat oleh penduduk dan pemuka desa, dalam kegiatan Tri Darma, yaitu pengabdian masyarakat dengan ”ngaturang ayah”. Mengiringi ”pemedek” yang menghaturkan ”banten” malam itu, penabuh Asti Pertiwi memainkan beberapa tabuh, yang kemudian disusul dengan persembahan  Tabuh Gesuri, Goak Macok, Tari Selat Segara, Tari Wiranjaya, serta Pragmentari Ciwa Wisaya ditampilakn oleh mahasiswa FSP semester VII, sedangkan mahasiswa asing asal Jepang, Mariko Inui dan Tashiro Cia membawakan tari Margepati. Yang sangat menarik adalah, para penabuh yang memainkan gemelan Gong Kebyar berumur 2 abad milik Desa Adat Tista, tidak hanya mahasiswa Karawitan semeter VII, namun turut serta Pembantu Rektor (PR) II dan IV, Dekan FSP, Kejur serta Sekjur Karawitan.

”Kami, atas nama ”krama” menghaturkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada ISI Denpasar yang telah bersedia ”ngayah”di pura ini, dan kami sangat bangga ISI Denpasar sudah terkenal di Manca Negara sebagai pelopor seni budaya Bali,”ujar I Nyoman Sarjana, Klian Pura Maksan Salak saat ramah-tamah dengan Rektor ISI didampingi PR II,IV, serta Dekan FSP. ”Kami juga sangat berterima kasih telah diberi kesempatan untuk ”ngayah”, dan berdoa bersama untuk memohon keselamatan. Apresiasi yang mendalam juga kami sampaikan untuk mahasiswa dan dosen yang selalu semangat dalam setiap kegiatan ”ngayah” ini,”ucap Prof. Rai.

I Nyoman Karang, salah seorang penduduk desa Tista, pemain kendang yang telah menerima Satya Lencana pada tahun 2007 ini tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya dengan kedatangan rombongan ISI Denpasar di daerah kecil ujung timur Pulau Bali tersebut. Demikian juga animo masyarakat sangat tinggi, sehingga walau hujan turun malam itu, masyarakat tetap memenuhi ”jaba” pura untuk menyaksikan keindahan tarian mahasiswa ISI Denpasar.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Comments are closed.