Dikti Akan Menaikkan Besaran Beasiswa Mahasiswa

Dikti Akan Menaikkan Besaran Beasiswa Mahasiswa

Setiap Penerima Mendapat Rp 4,8 Juta /Tahun

Sumber: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=126984

BANDUNG,(PR).-
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional akan meningkatkan besaran beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) serta beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) di tahun 2010 ini menjadi Rp 400 ribu per bulan per mahasiswa, atau menjadi Rp 4,8 juta per tahun. Sebelumnya, setiap mahasiswa penerima beasiswa PPA dan BBM menerima beasiswa sebesar Rp 250 ribu per bulan atau Rp 3 juta per tahun.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Kelembagaan Dikti, Hendarman, yang ditemui seusai menjadi pembicara dalam Seminar ”Scholarship for a Better Future” yang merupakan bagian dari kegiatan Education Festival yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Padjadjaran di Aula Unpad, Jln. Dipati Ukur Bandung, Rabu (10/2).

Menurut Hendarman, jumlah penerima beasiswa tahun ini mencapai 311.997 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sementara untuk jumlah penerima per universitas akan sangat tergantung dari usulan yang disampaikan masing-masing perguruan tinggi. ”Nanti perguruan tinggi yang mengusulkan ke kita, selanjutnya akan kita sesuaikan dengan kuota yang tersedia. Namun kita upayakan agar semua perguruan tinggi bisa dapat beasiswa ini. Yang pasti kita akan tambah besarannya. Ini adalah program dari Pak Menteri agar disesuaikan dengan kebutuhan sekarang. Sudah diusulkan di APBN perubahan dan akan dibahas. Jadi nanti yang menerima beasiswa di tahun ini akan ditambah Rp 150 ribu,” ujarnya.

Yang terpenting, kata Hendarman, setiap perguruan tinggi harus memiliki database yang lengkap terkait kondisi mahasiswanya. Berapa jumlah mahasiswa tidak mampu yang berhak menerima beasiswa ini. ”Apalagi ke depan, sesuai dengan peraturan yang berlaku, setiap perguruan tinggi wajib menyediakan kuota 20 persen untuk mahasiswa tidak mampu,” ucapnya.

Dialihkan
Hendarman menambahkan, khusus untuk beasiswa Peningkatan Prestasi Ekstrakurikuler, mulai tahun ini akan dikurangi. Kalaupun perguruan tinggi masih mengajukan, alokasinya akan dialihkan ke beasiswa PPA dan BBM. ”Jadi kita akan fokus ke PPA dan BBM dulu, untuk ekstrakulikuler untuk sementara dialihkan dulu ke dua beasiswa ini,” ucapnya.
Sementara itu, terkait beasiswa bagi dosen untuk melanjutkan pendidikan S-2 atau S-3 di luar negeri, Hendarman mengakui bahwa permasalahan bahasa masih menjadi kendala yang membuat keterserapan dari beasiswa studi di luar negeri ini tidak optimal. Akibatnya, setiap tahun selalu ada beasiswa studi di luar bagi dosen yang tidak terpakai.
”Ada juga kasus lain walaupun sangat sedikit, yakni dosen yang enggan meninggalkan pekerjaannya di sini. Karena jika dia harus sekolah ke luar, artinya pekerjaan yang selama ini dia kerjakan di sini harus ditinggalkan. Sementara jika dia sekolah di luar belum tentu bisa memperoleh pekerjaan serupa.”

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya memacu agar dosen mau sekolah lagi. “Kita juga terus mengupayakan agar nama-nama dosen kita yang selama ini masuk di jurnal internasional tetapi menggunakan nama pribadi, mau memasukkan nama institusi pendidikannya di Indonesia ,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Ahli Kantor Kerja Sama Unpad, Urip Purwono mengatakan, salah satu kunci utama untuk bisa meraih beasiswa luar negeri adalah kesiapan pada saat wawancara. Apalagi jika beasiswa tersebut bersifat kompetisi. (A-157)***

Penulis:

Comments are closed.