DOSEN ISI DENPASAR I WAYAN BERATHA, S.S.KAR, M.Sn MENUJU MOSKOW MENGAJAR GAMELAN BALI

DOSEN ISI DENPASAR I WAYAN BERATHA, S.S.KAR, M.Sn MENUJU MOSKOW MENGAJAR GAMELAN BALI

dsc03160-copy3Musik tradisional Indonesia, gamelan, kini telah menyebar ke seluruh dunia. Seni karawitan Bali, Jawa, dan Sunda telah menarik perhatian pegiat seni di belahan Eropa dan Amerika sejak zaman kolonial. Sekarang, selain banyak dikaji secara ilmiah, gamelan juga dipelajari aspek teknis-estetiknya pada beberapa perguruan tinggi di mancanegara. Bahkan belakangan, di beberapa negera bagian Amerika, London, Swiss, dan Tokyo misalnya telah muncul komunitas pemain gamelan. Mereka menyebut grupnya sekaa bagi yang khusus menyuntuki gamelan Bali.
Di kawasan negara-negara maju yang belum terjamah oleh penyebaran gamelan adalah belahan Eropa Timur. Namun beberapa tahun terakhir ini, sejak bubarnya Uni Sovyet, gamelan Bali khususnya mulai berdenyut di sana. Pada tahun 2004, ISI Denpasar pernah mengirim pengajar gamelan ke Hungaria. Setahun kemudian, 2005, seorang dosen ISI. Ida Bagus Nyoman Mas, SS.Kar diutus untuk mengajar gamelan di Moskow. Rusia. Tahun ini ISI kembali mengirim seorang komposernya, I Wayan Beratha, SS.Kar, M.Si, menularkan gamelan Bali di negeri pecahan Uni Sovyet tersebut.
Senin (22/12) kemarin, Wayan Beratha telah meninggalkan tanah air menuju Moskow. Menurut rencana, seniman asal Banjar Sengguan, Singapadu, Sukawati, ini akan berada di sana selama tiga bulan. Tugas yang diemban pengerawit yang baru saja datang dari mengikuti Festival Gamelan Internasional di Malaysia itu adalah atas kerja sama ISI Denpasar dengan Menbudpar dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rusia. “Keberangkatan salah satu dosen ISI untuk mengajar gamelan Bali di Moskow ini adalah salah satu realisasi dari kerja sama yang kami bangun dengan pihak-pihak lembaga pemerintah dan swasta ke berbagai belahan dunia,” ujar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA, Pejabat Rektor ISI, Sabtu (20/12) lalu.
Prof. Wayan Rai menuturkan, para dosen dan mahasiswa ISI sejatinya telah go international dalam implementasi lawatan pentas atau pameran maupun dalam bentuk belajar dan mengajar di luar negeri. Permintaan untuk mengajar gamelan, seni tari, pedalangan di luar negeri, ungkap Dr. Rai, merupakan penghargaan bagi kesenian Bali yang secara sambung menyambung dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh seniman dan akademisi ISI. “Kami yakin Wayan Beratha akan dapat menunaikan tugasnya dengan baik dan melalui interaksi seni, mengharumkan nama Bali dan bangsa Indonesia”.
Jagat seni adalah media komunikasi ideal nan menyejukkan. Dalam konteks pergaulan antar bangsa, kesenian Bali telah berkiprah memberikan sepenggal pencitraan positif terhadap martabat bangsa kita. Karena itu, memperkenalkan nilai-nilai keindahan yang kita banggakan kepada masyarakat dunia berdimensi signifikan bagi gambaran budaya Indonesia di mata internasional. “Melalui bahasa universal gamelan, saya berobsesi menjalin dialog dari hati ke hati dengan para peminat kesenian Bali di Moskow,“ kata Wayan Beratha kepada teman-temannya sesama dosen ISI.
Sementara dikesempatan lain pada tanggal 22 Maret 2009, ISI Denpasar kembali“manggur“ atau melaras gamelan milik Pura Besakih. Rombongan yang terdiri dari para dosen dan staf ini meneruskan komitmennya untuk turut ngayah dalam panca bali krama sesuai dengan bidang yang dikuasai. Rombongan yang berangkat yaitu I Made Kartawan, S.Sn., M.Si., Pande Gede Mustika, S.Skar., M.Si, I Gede Mawan, S.Sn., Ni Ketut Suryatini, S.S.Kar., M.Sn, Ni Komang Marheni, S.SP, dan Nik Suasti.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.