Dosen ISI Denpasar Promosi Budaya Bali Di Australia

Dosen ISI Denpasar Promosi Budaya Bali Di Australia

Upaya ISI Denpasar untuk go international terus dibarengi dengan berbagai kegiatan Tri Darma yang melibatkan seluruh civitas akademika kampus seni ini. Beberapa hari sebelumnya, ISI Denpasar dikunjungi dua kampus seni  Thailand, yaitu Songkhla Rajabhat University dan Suan Suanandha Universty, dan selanjutnya I Made Kartawan dari jurusan Karawitan juga memberikan workshop di Jepang, sekarang I Made Sidia seorang dosen jurusan Pedalangan,Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar berada di Melbourne Australia dari tanggal 4 s/d 17 april 2011 untuk menghadiri undangan dari “The Art Center of Melbourne” dalam pementasan seni dan workshop.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S.,M.A., mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan “The Art Center of Melbourne” terhadap  ISI Denpasar. Pihaknya berharap, dengan kerjasama seperti ini, citra ISI Denpasar tentunya semakin meningkat di dunia internasional. Dosen lain sudah disiapkan untuk implementasi kerjasama internasional lainnya. ”Saya sangat mendukung dosen, pegawai, maupun mahasiswa untuk berkiprah di tingkat internasional sesuai dengan peraturan yang berlaku, demi kemajuan kampus untuk  go internasional,”harap Prof Rai.

Sidia, dosen ISI dan seniman multi- talenta yang sudah tidak disanksikan lagi. Berbagai karyanya diantaranya "MOKSA" yang dipentaskan oleh ISI Denpasar  pada “10th Anniversary of Gunarsa Fine Arts Museum” pada bulan January 2004, “THE THEFT OF SITA" international multi media production, yang dipentaskan di Adelaide Festival pada tahun 2000, "HARI KESEHATAN" yang dipentaskan pada World Environment Day tahun 2008 di Jakarta, "DIBURU WAKTU" Theatre and multi-media performance, tahun 2005 di Darwin, serta karya lainnya. Sidia juga pernah diundang untuk memberikan “workshop” di UNIMA Perth tahun 2008.

“Saya baru saja mengadakan Workshop di Melbourne Art Centre pesertanya sekitar 35 orang. Workshop tentang  wayang dan Topeng sambil tyang promosi tentang Budaya Bali Tentu saja juga tentang kampus kita. Pesertanya adalah guru-guru seni di Melbourne. Mereka juga sudah belajar bahasa Indonesia, tyang presentasi pawer point, tentang seni tradisi wayang di Bali , kemudian tiang perkenalkan beberapa garapan wayang Kontemporer yang pernah tiang buat baik di Campus maupun wayang Bom Bali yang pernah tiang buat. Mereka sangat senang di akhir Work shop  meraka kita ajarkan membuat wayang dari kertas Kartoon.. mereka cukup pintar bikin wayang,dan selanjutnyua tiang  pentas topeng dan atraksi wayang ...dengan wayang tradisi dan Modern. Inggih itu yang tiang bisa ceritakan. Semoga kampus kita dan Budaya Bali semakin disenangi dan dicintai oleh semua orang di dunia seingga kita sebagai orang Bali akan semakin sayang dan terus melestarikan budaya kita yang adi luhung ini, disamping mengolah atau mengkreasikan  lebih banyak selama tidak menyimpang dari norma-norma yang kita miliki atau pakem yang sudah ada. Salam Budaya dan Sukses Untuk lembaga kita,” Demikian tutur Sidia pada Humas ISI Denpasar.

Humas ISI Denpasar melaporkan.

Comments are closed.