Dosen Mahasiswa Menjadi Satu

Dosen Mahasiswa Menjadi Satu

Kiriman: I Gede Suwidnya, Mahasiswa PS. Seni Karawitan ISI Denpasar.

18 Maret 2011 adalah hari dimana para dosen dan mahasiswa mengawali keberangkatannya menuju Jakarta. Tepat pukul 19.00 rombongan ISI Dps (bapak/ibu dosen beserta mahasiswa/mahasiswi fakultas seni pertunjukan ISI Denpasar semester II, IV dan VI) melaksanakan persembahyangan di pura padmasana ISI Dps guna memohon keselamatan di dalam keberangkatan menuju Jakarta, suasana khidmat dan penuh suka cita menggambarkan betapa harmonisnya hubungan yang terjalin antara manusia dengan Tuhan (parhyangan). Setelah pesembahyangan usai kami bergegas dan mempersiapkan keberangkatan menuju bandara Ngurah Rai. Pukul 20.00 kami memulai perjalanan yang startnya dari kampus ISI Dps dengan menaiki bus pariwisata, tawa canda pun tak dapat terelakkan antara dosen dengan mahasiswa yang menjadikan suasana malam yang sepi berubah menjadi ramai. Tanpa terasa satu jam perjalanan sudah kami tempuh dan sampailah di bandara Ngurah Rai.Bording pas dibagikan sebagai persyaratan yang harus dimiliki oleh seluruh calon penumpang pesawat yang akan membawa kami terbang menuju Jakarta.

Sesampainya di bandara Ngurah Rai kami beristirahat sejenak sembari menunggu jadwal penerbangan yang sudah ditentukan. Tepat pukul 10.00 kami akhirnya meninggalkan Pulau Dewata, dalam penerbangan menuju bandara internasional Soekarno Hatta waktu yang ditempuh adalah 1 jam 30 menit. Ketegangan muncul disaat pesawat akan lepas landas terutama bagi para mahasiswa dan dosen yang baru pertama kali melakukan perjalanan keluar daerah dengan menggunakan pesawat, didalam pesawat seluruh alat komunikasi di non aktifkan guna menjaga keselamatan didalam penerbangan dan boleh diaktifkan kembali pada saat mencapai ketinggian yang sudah ditentukan. Betapa indahnya permukaan bumi yang selama ini kita pijaki jika dilihat dari ketinggian meski yang bisa di lihat pada mlam itu hanyalah kelap kilip lampu dan tebalnya awan yang menyelimuti angkasa. Di dalam pesawat seluruh penumpang disuguhi santap malam oleh para pramugari sehingga menjadikan penerbangan semakin mengasyikkan.

Tanpa terasa pukul 11.30 kami mendarat dan tiba di bandara internasional Soekarno Hatta, Btapa megah dan mewahnya bandara yang selama ini kami dengar dan saksian lewat media televisi itu. Seluruh rombongan kesenian ISI Dps akhirnya dijemput menggunakan bis pariwisata yang kemudian di antar menuju tempat peristirahatan yaitu di Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah. Ramainya kota jakarta dan megahnya gedung-gedung pencakar langit menjadi pemandangan indah malam ini. Rasa ngantuk tak bisa terelakkan lagi, sesampainya di tempat peristirahatan kami seluruh rombongan disambut hangat oleh Rektor ISI Dps Bapak Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A beserta Ibu yang sudah tiba mendahului kami. Senyum dan tawa dari beliau terpancar karena melihat kedatangan kami semua tiba dengan selamat. Kami selaku mahasiswa membalas senyum dan tawa beliau karena melihat beliau mengenakan celana pendek (celana olahraga) dan baju kaos oblong. Begitulah keakraban yang seharusnya selalu terjalin antara mahasiswa dengan dosen. Santap malam disuguhkan sebelum kami beristirahat untuk melepas lelah.

Malam pertama kami lewati dan pagipun tiba, bangga terasa bisa melihat sang surya terbit dari Jakarta. Berbagai kegiatanpun dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa, ada yang olahraga, mandi, bahkan makan pagi yang sudah terhidang di atas meja makan yang sudah dihidangkan. Pukul 10.00 kami bergegas untuk melakukan geladi kotor yang bertempat di Gor A. Yani Mabes TNI Cilangkap – Jakarta. Awal perjalanan pun dimulai dengan penuh semangat,harapan dan keyakinan untuk mengharumkan nama lembaga Institut Seni Indonesia Denpasar dan untuk mewakili umat Hindu khususnya Bali dan Indonesia pada umumnya. Sesampainya di tempat yang akan diselenggarakan acara, kami langsung mempersiapkan seluruh peralatan dari menyeting gamelan sampai kostum penari yang akan dipergunakan. Rasa tegang dan waswas selalu menghantui namun berkat kekompakan dan komunikasi yang terjalin erat dari seluruh personil maka semuanya berjalan lancar. Namun ada beberapa evaluasi yang harus dilakukan guna memantapkan garapan yang akan dipertunjukkan di depan Presiden RI beserta Ibu Haji. Ani Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI beserta Ibu Haji Herawatie Boediono, Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, para Menteri Kabinet Bersatu kedua, Panglima TNI, Kepala Kepolisian RI, para Kepala Staf Angkatan, dan seluruh undangan umat. Setelah latihan geladi kotor usai kami kembali ke penginapan tuk beristirahat.

Dosen Mahasiswa Menjadi Satu selengkapnya

Comments are closed.