East-West Centre Kunjungi ISI Denpasar

East-West Centre Kunjungi ISI Denpasar

Sehari setelah kunjungan Timbalan Perdana Menteri Malaysia sekaligus sebagai Menteri Pelajaran Malaysia, YAB Tan Sri Muhyiddin Haji Mohd Yassin ke ISI Denpasar, ISI Denpasar kembali kedatangan tamu penting dari East-West Centre, yaitu Namji Steinemann, selaku Director, Asia Pasific Ed Program pada 3 Juni 2010. Kedatangannya untuk menjalin kerjasama dan kesepakatan dengan ISI Denpasar. Wujud realisasai kerjasamanya yaitu pada bulan Agustus 2010 ini, East-West Center akan mengirim rombongan ke Bali untuk mengenal dan belajar seni, budaya Bali. ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan seni dipercaya untuk mengorganize segala materi kegiatan selama berada di Bali. Kedatangan rombongan ini bukan sekedar tourist yang ingin berkunjung ke Bali, tapi mereka adalah orang-orang yang benar-benar ingin mengenal dan mempelajari seni dan Budaya Bali, karena nantinya  bekal pengalaman ini akan mereka bagikan di negara asal mereka. Dipilihnya ISI Denpasar, karena secara akademis ISI Denpasar sudah dikenal dengan ‘best practices’.

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., menyambut positif kerjasama tersebut dan akan mendukung menyukseskan kegiatan tersebut dengan memfasilitasi kunjungan rombongan ini ke Bali. Segala bentuk kegiatan selama berkunjung  di Bali melalui learning by experiences. Rencananya rombongan pada hari pertama, akan disambut di ISI Denpasar dengan perkenalan sekilas tentang Bali lewat penjelasan singkat. Dilanjutkan menyaksikan secara langsung ke lokasi proses upacara manusa yadnya ‘Ngaben’ dari proses pembuatan seperangkat upacara hingga puncak acara dan prosesi lanjutan dari Ngaben. Dengan mengikuti segala prosesi kegiatan upacara secara langsung, maka wujud realisasi penyampaian pesan, makna serta mengenal bagaimana Bali itu, akan lebih mudah disampaikan. Setelah itu mereka berkesempatan untuk mempelajari seni Bali baik tabuh dan tari di ISI Denpasar.

Prof Rai menambahkan melalui kegiatan ini maka mampu meningkatkan networking ISI Denpasar, serta mendekatkan kampus dengan partner luar. Dengan lawatan ini akan mampu memperkenalkan ISI Denpasar sebagai salah satu Perguruan Tinggi Seni di Indonesia yang bertaraf internasional. Selain itu untuk memperomosikan Indonesia pada umumnya melalui Bali, karena sesuai dengan survey yang pernah dilakukan di International Centre Park New York, bahwa lebih banyak orang mengenal Bali dari pada Indonesia, sehingga moment ini tepat untuk mempromosikan Indonesia. Prof. Rai menambahkan, kegiatan ini penting untuk meningkatkan citra Indonesia umumnya dalam meningkatkan daya saing bangsa. Pemahaman seni budaya merupakan modal dasar yang sangat penting dalam rangka mempererat hubungan antar bangsa, sehingga mampu meningkatkan citra dan daya saing Indonesia di dunia internasional melalui seni budaya.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Comments are closed.