Eksistensi Seni Lukis Populer Gaya Keliki Dewasa Ini

Eksistensi Seni Lukis Populer Gaya Keliki Dewasa Ini

Oleh: Drs. A.A. Gde Yugus, M.Si., Jurusan Lukis, FSRD, DIPA 2008

Abstract

Keberadaan Seni lukis gaya Keliki seperti yang bisa kita lihat dewasa ini, merupakan kelanjutan dari seni lukis yang berkembang di Ubud yang lebih dikenal dengan seni lukis Pitamaha, hal ini bisa dimengerti oleh karena beberapa diantara pelukis yang kini masih  aktif melukis gaya Keliki pernah belajar melukis gaya Ubud. Seni lukis gaya Ubud/Pitamaha tersebut keberadaannya juga memiliki keterkaitan historis dengan seni lukis klasik Kamasan yang pernah mencapai puncak keemasannya di masa pemerintahan Dewa Agung Jambe di Kerajaan Klungkung, hal ini bisa dilihat sebagai bukti monumental berupa lukisan wayang yang menghiasi Balai Kertagosa.

Seni lukis gaya Keliki dkategorikan sebagai produk budaya populer, diproduklsi secara masal untuk memenuhi pesanan, sehingga muatan estetika yang ada di dalamnya mengikuti selera pasar pariwisata, yang keberadaannya dewasa ini pasang surut. Seni lukis populer gaya Keliki memiliki karakter dan sifat-sifat tertentu yang memberikan kesankhas pada karya seni lukis bersangkutan, yang bisa dilihat seara visual dalam wujud karya seni lukis. Teknik yang diterapkan adalah teknik basah dengan cat air di atas media kertas mengikuti proses penciptaan seni lukis Bali modern. Keunikan dari seni lukis gaya Keliki terlihat dari tampilan ukurannya, yakni memiliki ukuran yang relatif kecil dari ukuran lukisan pada umumnya, sehingga dikenal dengan istilah lukisan mini atau lukisan  “postcard”, yang menjadi kekhasan seni lukis gaya Keliki. Sejak munculnya pada akhir tahun 19780-an, seni lukis gaya Keliki masih tetap eksis dan bertahan sampai kini, walaupun berbagai terpaan sudah pernah dialaminya terkait dengan kondisi daerah Bali terhadap berbagai kasus dan isu seperti bom Bali, penyakit kolera, teroris dan sebagainya. Hal ini menyebabkan berkurangnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Bali yang secara tidak langsung berdampak terhadap semakin lesunya pasar lukisan baik di gallery, artshop-artshop dan pasar seni lainnya.

Comments are closed.