Estetika Seni Lukis Gaya Batuan Karya I Made Budi Dalam Perkembangan Seni Lukis Bali

Estetika Seni Lukis Gaya Batuan Karya I Made Budi Dalam Perkembangan Seni Lukis Bali

Oleh: I Dewa Putu Gede Budiarta

Kesenian Bali sangat erat kaitannya dengan agama  sehingga keduanya berjalan selaras, seakan-akan tak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Keaatan masyarakat Bali kepada  agama dan tradisinya tersebut membuat keseniaan Bali berkembang dengan sangat suburnya. Seni lukis  sebagai salah satu cabang kesenian, di samping seni yang lainnya, yang lahir berkaitan erat dengan kehidupan keagamaan. Lukisaan wayang dengan tema-tema yang diambil dari wiracerita Mahabarata dan Ramayana adalah merupakan sarana upacara agama.

Sejarah kehidupan seni tradisional pada umumnya maupun seni lukis khususnya di Bali telah mulai tampak pada abad ke 13 yaitu pada periode Bali pertengahan. Di Bali seni lukis tradisi yang merupakan salah satu hasil karya seni yang berkembang dengan suburnya, yang didukung oleh alam lingkungannya. Seperti yang disebutkan oleh Jhon Dewey bahwa seni tidak akan dapat hidup dan tidak dapat lepas dari segi-segi kehidupan dalam masyarakat. Di dalam lingkungan itulah seni itu dinikmati (Suparli 1983 : 24 ).

Semenjak daerah Bali dibuka bagi kedatangan orang-orang asing pada  permulaan abad ke 20, Seni lukis Bali ternta mengalami perkembangan dan perubahan-perubahan,baik dalam hal tema maupun bentuk, bahan dan teknik melukis. Seni lukis Bali sebagian telah bergeser dari seni sacral ke seni sekuler,dari seni untuk kepentingan agama ke arah seni untuk kepentingan komersial dan selera pribadi. Hal ini disebabkan adanya pengaruh yang dibawa oleh dua pelukis Barat yang datang ke Bali seperti R. Bonnet dan Walter Spies sehingga terjadilah pembaharuan dalam bidang seni lukis.

Batuan adalah sebuah desa di kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Kehidupan seni lukis tradisional di desa ini tak luput dari pelukis asing, sehingga timbul corak baru di dalam perkembangannya, yang oleh beberapa pengamat seni disebut sebagai “Seni Lukis gaya Batuan“ Seni lukis ini mempunnyai ciri-ciri antara lain: Penggambaran suasana seperti suasana malam, proporsi dan anatomi manusia serta binatang digambarkan secara naïf,  yaitu  sederhana dan dekoratif, mengunakan perspektif  burung terbang, sehingga objek seolah-olah dilhat dari atas, komposisi penuh, temanya berkisar pada cerita pewayangan, cerita rakyat serta kehidupan masyarakat Bali.Semenjak adanya interaksi dan pengaruh dari seniman-seniman asing terhadap seniman Bali khusus Batuan di mulai pada tahun 1930-an telah melahirkan mazab baru yang disebut seni lukis Bali Modern Di sini di dapat keterangan yang lebih jelas tentang lahirnya seni lukis gaya Batuan ,karena  dengan tegas dikatakan bahwa sejak saat itulah sebenarnya permulaan seni lukis Bali menemukan bentuknya yang baru. Dari uraian diatas dan ditinjau dari sjarah perkembangannya  maka jelaslah seni lukis gaya Batuan bertitik tolak dari seni lukis tradisi wayang yang telah mendapat pengaruh dari pelukis Barat. Pengaruh unsure-unsur kebudayaan asing ditanggapi dengan suatu sikap selektif dan ditunjang dengan kreatif dan ditunjang dengan kreatif. Apabila unsur-unsur kebudayaan asing diserap begitu saja tanpa seleksi maka akan terjadi adalah hilangnya kepribadian bangsa. Dalam seni lukis gaya Batuan unsur-unsur kebudayaan asing yang dibawa oleh kedua pelukis asing berupa pengetahuan  tentang anatomi,perspektif,maupun proporsi  yang realistis diserap oleh para  pelukis  Batuan, kemudian digabungkan dengan unsur-unsur seni lukis tradisional yang dekoratif. Walaupun seni lukis di Bali khususnya Batuan sudah kena pengaruh pelukis asing tokoh-tokoh pelukis Batuan  seperti I Made Budi masih tetap dengan gayanya yang khas.

Kesenian adalah salah satu unsur dari  kebudayaan,kesenian timbul dan merupakan bagian terpenting dari pengalaman manusia dalam mencari,menikmati dan menggagumi keindahan,Bentuk-bentuk keindahan yang braneka ragam ini timbul dari imajinasi kreatif manusia dalam upaya mencapai kepuasan batinnya. Kesenian merupakan ekspresi pengalaman keindahan atau pengalaman estetik manusia. Manusia merasakan pengalaman dalam memandang alam, karena alam dihayati sebagai penjelmaan dari ide keindahan, sehingga menjadi symbol dari keindahan itu sendiri. Akan tetapi dalam penjelmaan estetik manusia tidak membedakan antara symbol dan yang disimbolkan karena dalam pengalaman estetik antara symbol dan yang disimbolkan menjadi satu (Suryadiredja 2003: 260). Manusia selalu mencoba untuk memenuhi keinginannnya dalam mencapai kebahagiaan karena itu agar dapat terus menikmati dan hidup dalam keindahan,manusia mengabadikan pengalaman estetisnya dalam bentuk kesenian. Kesenian Bali adalah produk seni hasil intraksi konduksif dan hakiki antara manusia dengan masyarakat Bali serta lingkungannya,yang terdiri atas seniman, dan masyarakat pendukung seni yang dijiwai Agama Hindu.

Dalam lukisan gaya Batuan karya I Made Budi terkandung nilai estetika, kemudian timbul pertanyaan mengapa yang menarik diteliti adalah tentang karya seni lukisnya? Sebelumnya perlu kita ketahui apa yang dimaksud dengan estetika, Estetika berasal dari bahasa Yunani Aiestheton berarti kemampuan melihat lewat penginderaan. Tujuan estetika adalah keindahan, istilah ini baru muncul tahun 1750 oleh A. G. Baungarten (Jakob Sumardjo, 2000:24) Djelantik menyebutkan bahwa ilmu estetika adalah yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan yang mempelajari segala aspek dari apa yang kita sebut “Keindahan“ (Djelantik, 1900:6)

Estetika merupakan cabang ilmu filsafat yang dapat menguraikan tentang pengertian-pengertian dan pemecahan persoalan-persoalan yang timbul bilamana seseorang menerangkan tentang  benda-benda estetis. Benda-benda estetis cakupannya beraneka ragam seperti seni lukis,maka kajian ini berhubungan dengan nilai-nilai estetis yang terkandung dengan nilai-nilai estetis yang terkandung didalamnya.

Estetika  Seni Lukis Gaya Batuan Karya I  Made Budi  Dalam  Perkembangan  Seni  Lukis Bali, selengkapnya.

Comments are closed.